Bukti-bukti otentik itu diketahui dari gambar hasil tangkapan kamera dalam air dengan bantuan multibeam sonar, magnetometer, hingga ROV.
Selanjutnya, Pemerintah Indonesia akan melakukan evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 yang berada di kedalaman 838 meter perairan Bali. Evakuasi ini akan bekerja sama dengan International Submarine Escape and Rescue Liaison Office atau ISMERLO.