alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sebut Orang Murtad Karena Indomie, Yahya Waloni 'Go International'

Dany Garjito | Aulia Hafisa Selasa, 27 April 2021 | 13:19 WIB

Sebut Orang Murtad Karena Indomie, Yahya Waloni 'Go International'
Sebut Orang Murtad Karena Indomie, Yahya Waloni Jadi Sorotan Media Asing

Pendakwah asal Indonesia, Yahya Waloni, melontarkan klaim yang memicu kontroversi. Pernyataan ini menjadi perbincangan bahkan menyita perhatian media asing.

BeritaHits.id - Pendakwah asal Indonesia, Yahya Waloni, melontarkan klaim yang memicu kontroversi pada Kamis, 22 April 2021 kemarin. Ia membahas mengenai perbedaan orang yang masuk Islam dan orang yang keluar dari Islam.

Hal ini diungkapkan dalam akun YouTube Termometer Islam yang berjudul "Saifudin Ibrahim Vs Ust Yahya Waloni | Muhtadin vs Murtadin".

Dalam video ini, Yahya Waloni menyebut orang yang keluar dari Islam (murtad) biasanya terkena pengaruh sebungkus Indomie.

Tak hanya itu, orang yang keluar dari Islam juga disebabkan karena tergoda seliter beras.

Baca Juga: Viral Emak-Emak Santuy Ngobrol Sambil Bawa Motor di Tengah Jalan, Gereget!

Pernyataan Yahya Waloni itu pun menjadi perbincangan. Bahkan menyita perhatian media luar negeri.

Video Yahya Waloni Bandingkan Murtad dan Mualaf. (YouTube/Termometer Islam)
Video Yahya Waloni Bandingkan Murtad dan Mualaf. (YouTube/Termometer Islam)

Perbedaan Mualaf dan Murtad

World of Buzz memberitakan, Waloni menilai mualaf (orang yang masuk islam) biasanya berasal dari kaum intelektual. Sementara, orang-orang yang keluar Islam atau murtad justru sebaliknya.

"Orang yang murtad dari Islam itu biasanya cuma karena pengaruh mi instan satu bungkus dan beras satu liter," ujar Yahya Waloni, dikutip dari World of Buzz, Selasa 27 April 2021.

Berbeda dengan orang yang masuk Islam atau kerap disebut mualaf. Menurutnya, orang-orang yang memutuskan masuk Islam adalam kaum intelektual.

Baca Juga: Potret Tukang Parkir Nyaris Tergencet Mobil, Ekspresinya Justru Ketawa

"Tapi orang yang dari kafir yang masuk Islam, kebanyakan mereka adalah kaum intelektual, kaum jenius, pemikir-pemikir ulung," lanjutnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait