alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

UAS Galang Donasi Kapal Selam Baru, Refly Harun Soroti Anggapan Radikal

Dany Garjito | Aprilo Ade Wismoyo Selasa, 27 April 2021 | 14:24 WIB

UAS Galang Donasi Kapal Selam Baru, Refly Harun Soroti Anggapan Radikal
Ustaz Abdul Somad. [Instagram/@ustadzabdulsomad_official]

Refly: Membuktikan bahwa umat Islam di Indonesia atas tuntunan atas pimpinan Abdul Somad mampu mewujudkan itu.

BeritaHits.id - Ustaz Abdul Somad baru-baru ini melakukan penggalangan dana untuk membeli kapal selam baru pengganti KRI Nanggala 402. Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.

"Open Donasi Patungan Rakyat Indonesia untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402 Bersama Masjid Jogokariyan Jogja," tulis Ustaz Abdul Somad di akun Instagramnya.

Menanggapi hal terebut, Refly Harun lewat sebuah video yang diunggah di kanal Youtubenya, Selasa (27/4/2021) berharap niat itu dapat terwujud.

"Pertama terima kasih kepada Ustaz Abdul Somad yang telah menginisiasi ini, mudah-mudahan sobat RH sekalian ya, dan juga saya tentunya menjadi bagian dari partisipasi tersebut," ujar Refly.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Ajak Patungan Pengganti Nanggala 402, Netizen Curiga?

Dengan adanya inisiatif dari Ustaz Abdul Somad untuk menggalang dana, Refly menyebut bahwa UAS adalah sosok yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi.

Ia mengatakan tak seharusnya UAS dicekal sana-sini hanya karena dianggap radikal atau berseberangan dengan pemerintah.

"Dan ini membuktikan bahwa Ustaz Abdul Somad memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Jadi tidak seharusnya beliau dalam wawancara dengan saya pernah mengeluhkan misalnya distop sana distop sini karena dianggap mungkin radikal mungkin juga berseberangan dengan pemerintah," ujar Refly.

Refly Harun tanggapi UAS galang donasi untuk beli kapal selam baru (youtube.com/ReflyHarun)
Refly Harun tanggapi UAS galang donasi untuk beli kapal selam baru (youtube.com/ReflyHarun)

Lebih lanjut, Refly menegaskan bahwa dengan bersikap kritis bukan berarti seseorang tidak mencintai negaranya.  

"Padahal kritis itu adalah hak warga negara, dan kritis itu bukan berarti anda tidak cinta negara. Justru kita mencintai negara dengan cara kritis terhadap pemrintahan," lanjutnya.

Baca Juga: Santer Dikabar Menikah Dengan UAS Ini Profil Fatimah Az Zahra Salim Barabud

Refly Harun sekali lagi berharap apa yang diinisiasi oleh Ustaz Abdul Somad ini dapat terwujud. Ia juga berharap hal ini dapat menjadi bukti bahwa umat Islam di Indonesia dapat mewujudkannya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait