Munarman Diciduk Densus, Taufiqurrahman: Sampai Kapan Terus Zalimi Oposisi?

Penangkapan Munarman disebut oleh Taufiqurrahman sebagai aksi menzalimi oposisi

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Kamis, 29 April 2021 | 10:44 WIB
Munarman Diciduk Densus, Taufiqurrahman: Sampai Kapan Terus Zalimi Oposisi?
Penampakan Tim Densus 88 Antiteror Polri saat meringkus Munarman FPI. (istimewa)

BeritaHits.id - Politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman angkat bicara mengenai penangkapan mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman oleh Densus 88.

Menurut Taufiq, pemerintah terus menerus 'menghajar' oposisi karena menangkap banyak oposisi, mulai dari Rizieq Shihab kini Munarman ikut diciduk.

Melalui akun Twitter miliknya @taufiqrus, Taufiq mengungkit deretan kasus 'penyerangan' terhadap oposisi yang dilakukan pemerintah.

Mulai dari kasus penembakan enam laskar FPI, penangkapan sejumlah pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yakni Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan hingga Anton Permana.

Baca Juga:Habib Rizieq Mendoakan yang Terbaik untuk Munarman

Terakhir terkait kasus penahanan eks pentolan FPI Rizieq Shihab yang didakwa dengan banyak kasus pidana.

"6 warga sipil ditembak mati di KM 50, Jumhur-Syahganda-Anton Permana-Habib RIzieq dipidanakan, sekarang Munarman mau dihabisi juga. Kurang apalagi sih menghajar oposisi?" kata Taufiq seperti dikutip Beritahits.id, Kamis (29/4/2021).

Taufiq mengungkit soal sikap pemerintah yang dinilainya selalu menzalimi para oposisi.

"Mau sampai kapan terus-terusan menjadi zalim? Ingat tak ada pesta yang tak usai, hati-hati bung!" tegasnya.

Taufiqurahman sebut penangkapan Munarman merupakan aksi zalimi oposisi (Twitter/taufiqrus)
Taufiqurahman sebut penangkapan Munarman merupakan aksi zalimi oposisi (Twitter/taufiqrus)

Polisi Kantongi Bukti

Baca Juga:Ketua DPC Kena Teror, Partai Demokrat Kirim Surat ke Kapolri

Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror di rumahnya di Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, sekira pukul 15.30 WIB sore, Selasa (27/4/2021).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak