"Masyarakat juga perlu kian waspada saat melakukan pengambilan spesimen," tuturnya.
Rapid Test Antigen Bekas
Polda Sumut menggerebek layanan tes Covid-19 di Bandara Kualanamu yang diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas, lima orang diamankan.
Lima orang tersebut masing-masing berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, kelimanya merupakan oknum karyawan PT Kimia Farma Tbk.
Baca Juga:Skandal Rapid Test Antigen Bekas Bandara Kualanamu, Ratusan Orang Tertipu
Penggerebekan ini dilakukan menyusul adanya keluhan para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil rapid antigen positif covid -19 selama sepekan terakhir.
Buntut dari dugaan penggunaan alat rapid tes bekas, layanan rapid test Covid-19 di Bandara Kualanamu kekinian ditutup.
Sementara itu, Direktur Utama PT kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi bersama dengan aparat penegak hukum.
"Memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses penyelidikan oknum petugas layanan rapid test Kimia Farma Diagnostik Bandara Kualanamu yang diduga melakukan tindakan penggunaan kembali alat rapid test antigen tersebut," kata Adil dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/4/2021).