alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Video Tsunami 7 Meter Terjang Bali? Ini Faktanya

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani Kamis, 29 April 2021 | 15:09 WIB

Viral Video Tsunami 7 Meter Terjang Bali? Ini Faktanya
Viral Video Peringatan Tsunami 7 Meter di Bali. (TikTok/@Yoga_Pramana)

"Status Awas agar semua masyarakat dievakuasi secara menyeluruh," kata informasi yang beredar itu.

BeritaHits.id - Sebuah video yang menyebutkan telah terjadi tsunami di Bali, menjadi viral di media-media sosial. Apalagi, keterangan dalam video menyebut terjadi tsunami dengan ketinggian 7 meter di Pulau Dewata pada Senin (27/4/2021).

Video itu dibagikan oleh seorang pengguna akun TikTok @Yoga_Pramana. Dalam postingannya, pengguna akun ini nampak menanyakan kebenaran mengenai tsunami di Bali.

"Maaf ya belum jelas kebenaran nya. Bagi yang tahu apa benar??," tanya akun @Yoga_Pramana di caption TikTok seperti dikutip oleh BeritaHits.Id, Kamis (29/4/2021).

Dalam video, tampak seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memaparkan data mengenai tsunami di Bali. Ia membeberkan tsunami terdeteksi di Benoa dan akan dilakukan evakuasi masyarakat.

Baca Juga: Pamer BAB di Toilet Mewah Raffi Ahmad, Wanita Ini Panik Lihat Story WA Ibu

"Tsunami PD-3.1 Tanggal 26-04-2021 jam 09.20 WIB berdasarkan pengamatan muka air laut, tsunami telah terdeteksi lokasi di Benoa 8.77 dan 115.22 waktu 09.18 WIB dengan ketinggian 7 meter," jelas petugas berbaju oranye dalam video itu.

Viral Video Peringatan Tsunami 7 Meter di Bali. (TikTok/@Yoga_Pramana)
Viral Video Peringatan Tsunami 7 Meter di Bali. (TikTok/@Yoga_Pramana)

"Tsunami dan sekitaran Badung Pantai Kuta dan Kuta Selatan status Awas agar semua masyarakat dievakuasi secara menyeluruh. Informasi dari BMKG," lanjutnya.

Lantas benarkah telah terjadi tsunami?

Video itu ternyata merupakan simulasi tsunami yang dilakukan BPBD Provinsi Bali pada Senin (26/4/2021) lalu. Simulasi itu dilakukan untuk memberikan sosialisasi mengenai SOP baru dalam menghadapi tsunami.

"Kegiatan ini memastikan personel BPBD Bali tidak gagap saat evakuasi bencana alam. Apalagi Bali menjadi salah satu daerah paling rawan gempa dan tsunami," jelas Sekretaris BPBD Provinsi Bali, Gede Teja seperti dikutip dari BeritaBali.com -- jaringan Suara.com, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Polresta Malang Usut Video Viral Penganiayaan Perempuan Berhijab

Dalam SOP baru itu, Provinsi Bali tidak lagi memetakan potensi tsunami dengan menetapkan level peringatan. Hal ini dilakukan demi mengurangi risiko bencana.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait