Romansyah mengklaim bahwa petisi ini agar DPR meminta penjelasan dan petanggungjawaban kepada Menteri Keuangan terkait pencairan THR dan Gaji ke-13 tahun 2021.
"Mari dukung dan sebarkan, agar perekonomian Indonesia segera bangkit dari resesi di masa covid-19 dengan konsumsi dari ASN." tutupnya.
Berdasarkan pantauan Beritahits.id, hingga saat ini petisi tersebut telah ditandatangani 13 ribu orang.
Mereka pun turut memberikan alasan menandatangani petisi tersebut.
Baca Juga:Viral Pria Solat Jamaah Pakai Helm, Warganet Kecewa: Malah Direkam?
"Selama pandemi tidak pernah sekalipun saya tidak datang ketempat kerja karena alasan WFH. Selama pandemi saya full masuk melayani pasien yg datang ke fasilitas kami. Saya bukan perawat ataupun dokter. Jadi saya tidak mendapatkan insentif COVID sepeserpun. Saya ikhlas melayanin pasien yang jumlahnya meningkat berkali2 lipat karna covid. Tapi kenapa hak saya yang hanya satu tahun sekali pun harus saya relakan hilang? Saya tidak pernah menuntut insentif covid. Tapi saya tidak ingin kehilangan remun 13 dan 14 saya. Rasanya seperti menjadi sapi perah. Diperas tenaganya, dipangkas upah dan hak nya. Sungguh miris dan menyedihkan kami." tulis Rac*****.
"Tidak sesuai janji awal pemerintah. Mohon transparan untuk kartu prakerja dalam evaluasinya mengapa dana terus digelontorkan sedangkan secara hasil sampai dengan sekarang belum terasa?" tutur akun Cla****.
"Saya menandatangni ini karena memang benar," komentar Rob* Al Ak***.