alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Suryo Prabowo: Beli Kapal Selam Serumit Minoritas Bangun Rumah Ibadah

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani Senin, 03 Mei 2021 | 12:36 WIB

Suryo Prabowo: Beli Kapal Selam Serumit Minoritas Bangun Rumah Ibadah
Unggahan Suryo Prabowo Usai Ditunjuk Mendampingi Prabowo Subianto (Instagram/suryoprabowo2011).

"Beli kapal selam itu tidak cukup hanya bermodalkan uang hasil donasi," cuit anak buah Prabowo.

BeritaHits.id - Munculnya donasi untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402 yang tenggelam mendapatkan respons dari anak buah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Kepala Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KIPP) Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo menyebut proses membeli kapal selam itu sangat rumit. Modal donasi saja disebut tidak cukup.

Saking rumitnya, ia bahkan membandingkan sulitnya membeli kapal selam baru seperti minoritas yang akan membangun rumah ibadah. Hal ini diungkapkan dalam akun Twitter @JSuryoP1 miliknya.

"Bagi kita, membeli kapal selam itu tidak cukup hanya bermodalkan uang hasil donasi. Prosesnya rumit, sama rumitnya dengan minoritas membangun rumah ibadah dilingkungan mayoritas yang agamanya berbeda," cuit Suryo di akun Twitter seperti dikutip oleh BeritaHits.Id, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Pilu, Momen Anak Kru KRI Nanggala 402 Tabur Bunga Bikin Warganet Mewek

Cuitan Suryo itu langsung dibanjiri komentar negatif dari warganet. Banyak dari mereka yang mempertanyakan alasan Suryo mengaitkan pembelian kapal selam dengan isu pembangunan rumah ibadah yang sulit.

Cuitan Anak Buah Prabowo Soal Rumitnya Beli Kapal Selam. (Twitter/@JSuryoP1)
Cuitan Anak Buah Prabowo Soal Rumitnya Beli Kapal Selam. (Twitter/@JSuryoP1)

Pasalnya, kedua hal tersebut dinilai tidak ada hubungannya satu sama lain.

"Apa hubungannya kapal selam dengan rumah ibadah? Logika kekecewaan atau kebencian terselubung? Atau fobia yang keceplosan," komen warganet.

"Emang gak mudah pak, setuju. Tapi se-posisi bapak nerjemahin maksudnya polos banget sih? Biarin aja pak, minimal bantu support. Bentuk protes atau kekecewaan rakyat yang positif," tegur warganet.

"Hargailah semanagat nasionalismenya, setidaknya ada usaha gak cuma diem atau bahkan mencela. Kenapa umat Islam setiap usahanya gak pernah dihargai ya. Bahkan bawa soal rumah ibadah bandingannya ribuan sama satuan antara yang diinginkan sama yang ditentang," tambah yang lain.

Baca Juga: ACT Jamin Pendidikan Anak Keluarga Awak KRI Nanggala 402 hingga Sarjana

"Gua gak habis pikir. Kapal selam lu samain dengan rumah ibadah? Situ sehat jenderal?," tanya warganet.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait