Endus Pelemahan KPK, Refly Harun: Para Pendukung Pemerintahan Tepuk Tangan

Refly: Para pendukung kekuasaan ini merasa bahwa pelemahan KPK seperti proyeknya Jokowi juga yang harus disukseskan.

Dany Garjito | Aprilo Ade Wismoyo
Rabu, 05 Mei 2021 | 12:02 WIB
Endus Pelemahan KPK, Refly Harun: Para Pendukung Pemerintahan Tepuk Tangan
Refly Harun bicara soal isu pelemahan KPK (youtube.com/ReflyHarun)

BeritaHits.id - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun turut angkat bicara soal isu pelemahan KPK yang tengah hangat diperbincangkan publik. Refly menilai, orang-orang dalam lingkup kekuasaan menganggap pelemahan KPK adalah proyek yang harus disukseskan.

Lewat sebuah video berjudul "Live! Novel dkk Dibegal Soal!! yang diunggah di kanal Youtubenya, Rabu (5/5/2021) Refly menilai ada pihak yang seolah-olah senang dengan usaha pelemahan KPK.

"Celakanya para pendukung kekuasaan ini, tiba-tiba entah bagaimana ilhamnya merasa bahwa pelemahan KPK itu seperti proyeknya Jokowi juga yang harus disukseskan, kira-kira begitu," ujar Refly.

"Sahingga kalau misalnya kita bersedih dengan undang-undang nomor 19 tahun 2019, peng-ASN-an pegawai-pegawai KPK, kemudian KPK yang sudah tak bertaji lagi, para pendukung pemerintahan terkesan malah bertepuk tangan," ujar Refly.

Baca Juga:Johan Budi: KPK Tak Perlu Pecat Pegawai yang Tidak Lolos Tes ASN

Menurut Refly, para pendukung kekuasaan berbahagia dengan pelemahan KPK karena memaknainya sebagai deradikalisasi KPK.

"Malah bergembira karena memaknainya sebagai deradikalisasi KPK," sambung Refly. 

Refly Harun bicara soal isu pelemahan KPK (youtube.com/ReflyHarun)
Refly Harun bicara soal isu pelemahan KPK (youtube.com/ReflyHarun)

Lebih lanjut ia menilai bahwa orang-orang yang gembira dengan pelemahan KPK tak menganggap Novel Baswedan sebagai sosok yang dominan dan berpengaruh di KPK.

"Jadi, orang seperti Novel Baswedan itu tidak dilihat sebagai orang yang selama ini banyak menggarap kasus-kasus besar, mulai dari kasus Joko Susilo, dan juga korupsi-korupsi besar lainnya termasuk ketua MK Akil Mochtar," ujar Refly Harun.

Refly menyebut bahwa keberadaan Novel Baswedan justru dianggap sebagai arus radikalisme di KPK.

Baca Juga:Eks Jubir KPK: Yang Tidak Berwawasan Kebangsaan Itu Ya Koruptor

"Tapi dilihatnya sebagai arus radikalisme di KPK, karena mungkin jenggotnya, mungkin karena pembawaannya yang mencirikan kelompok kanan misalnya," lanjut Refly.

Dengan adanya anggapan itu, Refly Harun menilai bahwa Novel Baswedan tidak dilihat sebagai korban dari mafia korupsi yang menyebabkan Novel hampir kehilangan penglihatan total.

"Akhirnya orang malah tidak berpikir bahwa ia adalah korban dari sebuah mafia korupsi yang sudah membutakan matanya, dan dua-duanya hampir buta," ujar Refly.

Video selengkapnya dapat dilihat di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak