Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen sebanyak 1.886 pemudik memasuki wilayah Kabupaten Sragen per Rabu (5/5/2021).
Para pemudik yang lolos dari penyekatan aparat Polri tersebut ada yang sudah membawa dokumen hasil rapid test antigen dan ada yang belum membawa dokumen perjalanan.
Jaga Tangga
Camat Kedawung, Sragen, Nugroho Dwi Wibowo, menyampaikan ada pemudik yang berdatangan di sejumlah desa tetapi datanya masih direkap. Dia mengatakan mereka yang lolos dari penyekatan Polri.
Baca Juga:Nekat Mudik, Puluhan Mobil Diduga Pemudik Terobos Pembatas Jalan Tol Japek
“Kami perintahkan petugas RT dan Satgas Jogo Tonggo untuk proaktif mendata dan mengimbau mereka untuk isolasi mandiri. Rata-rata mereka tidak bawa dokumen hasil antigen. Kami perintahkan mereka untuk periksa ke puskesmas,” jelasnya.
Di Desa Blimbing, Sambirejo, juga ada 45 pemudik yang tiba. Kepala Desa Blimbing, Margono, mengatakan para pemudik yang datang itu wajib isolasi mandiri di rumah selama lima hari.
“Mereka ada yang bawa dokumen antigen dan ada yang tidak. Bagi yang tidak bawa harus periksa ke puskesmas,” ujarnya.
Pemudik di Desa Sambi, Sambirejo, paling banyak karena mencapai 259 orang per Rabu. Kepala Desa Sambi, Kresna Widya Permana, mengatakan sesuai kesepakatan sembilan desa di Kecamatan Sambirejo, penanganan pemudik diseragamkan dengan optimalisasi Satgas Desa, kerjasama yang baik dengan semua pihak, dan melibatkan TNI, Polri, dan puskesmas.
“Kami mengimbau mereka karantina lima hari di rumah. Peran Satgas Jogo Tonggo juga dioptimalkan,” imbuhnya.
Baca Juga:Tukang Sayur Kramat Jati Lolos Mudik ke Serang, Ditangkap di Tangerang