"5 presiden jika dijumlah hutangnya 6596 triliun. 1 Presiden Jokowi hutangnya 7252 triliun. Single fighter yang hebat. Kerja kerja nggak pakai mikir," celutuk warganet.
"Soekarno kenapa gak ada? Dia juga berhutang ke blok timur. Untuk proyek mercusuarnya. Hutang alat perang untuk armada tempurnya. Menyebabkan krisis ekonomi di era 64-70 an. Mewariskan hutang ke pemerintahan berikutnya. Kalau ada datanya, lampirkan juga. Biar emak tahu," pesan warganet.
"Hadeh, Jokowi sebenarnya baik. Baiknya mundur maksudnya. Daripada utang makin numpuk melewati ketinggian Gunung Salak," komen yang lainnya.
"Harusnya datanya ditambah kurs pada saat itu berapa, wakil rakyat kok asal retweet saja sih," tegur warganet.
Baca Juga:Komisi VII Minta Tambah Mitra, Begini Kata Pimpinan DPR RI
"Remuk anak cucu bisa lunasi brapa abad? Situ yang ngutang sini yang nanggung. Cicilan beranak pinak," ungkap warganet.
Utang Indonesia Naik Lagi
Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2021 sebesar 422,6 miliar dolar AS atau setara Rp 5.916,4 triliun (kurs Rp 14.000). Posisi ULN itu, meningkat 4 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, peningkatan pertumbuhan ULN tersebut didorong oleh ULN Pemerintah dan ULN swasta.
Pada ULN Pemerintah tumbuh 4,6 persen dari tahun lalu dan naik 2,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga:Jawab Keluhan Nelayan Lamongan, Jokowi: Sabar, Habis Lebaran Digarap Semua
"Hal ini seiring dengan upaya penanganan dampak pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 dan akselerasi program vaksinasi serta perlindungan sosial pada triwulan I 2021," kata Erwin dalam keterangannya, Jumat (16/4/2021).