Kolom komentar unggahan tersebut ramai dengan respon dari warganet. Bahkan, ada beberapa warganet yang mengalami hal serupa.
"Tahun lalu saya nggak bisa mudik padahal bapak saya lagi sakit. Sekarang mau mudik nggak bisa bapak saya sudah nggak ada," ujar akun rh******.
"Sedih banget," tulis akun kho*******.
"Cerita yang begini ini yang bikin ngebet pengen mudik," komentar akun al******.
Baca Juga:Stasiun Cikoya Kembali Layani Pengguna KRL
"Nyesek, senyesek nyeseknya," timpal akun at******.
Mudik Lokal Dilarang
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta seluruh pemerintah daerah untuk melarang warganya untuk mudik, termasuk mudik lokal antar kota dalam provinsi.
Doni menjelaskan, mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain pada momen Hari Raya Idul Fitri atau lebaran akan sangat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.
"Mudik lokal pun kita harapkan tetap dilarang, jangan dibiarkan terjadi mudik lokal, kalau terjadi mudik lokal artinya ada silaturahmi, ada salam-salaman, ada cipika-cipiki, artinya bisa terjadi proses penularan satu sama lain," kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Minggu (2/5/2021).
Baca Juga:Curiga Kiriman Paket Tak Kunjung Datang, Pas Dicek Malah Bikin Iba
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menyebut meski sudah dilarang saja, diperkirakan masih ada masih ada 7 persen atau sekitar 18,9 juta orang masih nekat mudik.