alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Fotokopi KK Jadi Bungkus Nasi, Warganet Naik Pitam: Mana Privasi?

Rifan Aditya | Aulia Hafisa Senin, 10 Mei 2021 | 09:38 WIB

Viral Fotokopi KK Jadi Bungkus Nasi, Warganet Naik Pitam: Mana Privasi?
Foto copy KK Jadi bungkus nasi (Twitter/Faizaufi)

"Kasian banget yang udah berjuang melindungi datanya eh kesebar oleh gorengan dan nasi kucing," ujar warganet.

BeritaHits.id - Beredar sebuah unggahan viral di media sosial Twitter memperlihatkan sebuah bungkus nasi kucing yang berupa kertas fotokopi Kartu Keluarga.

Unggahan ini disebarluaskan oleh pemilik akun Twitter @Faizaufi pada hari Minggu (9/5/2021).

Dalam unggahan tersebut terdapat puluhan bungkus nasi bungkus. Salah satu bungkusan nasi tersebut adalah kertas fotokopi kartu keluarga.

Sang pemilik akun kemudian membandingkan kemudahan mengakses data pribadi di Indonesia dan di luar negeri.

Baca Juga: Pilu! Curhatan Kurir Paket Ingin Lebaran: 'Sudahi Check Out Belanjamu'

Di luar negeri untuk mendapat akses data pribadi penduduk, hacker harus membobol website database. Sedangkan di Indonesia, hacker hanya perlu membeli nasi kuning.

"luar negri: bobol data pribadi penduduk dengan cara hack website database etc etc"

"Indonesia: beli nasi kucing," tulis keterangan akun tersebut.

Foto copy KK Jadi bungkus nasi (Twitter/Faizaufi)
Foto copy KK Jadi bungkus nasi (Twitter/Faizaufi)

Unggahan ini pun sontak membuat warganet naik pitam. Beberapa dari mereka menuturkannya lewat komentar.

"Aku lagi belajar makul birokrasi. ini yang pernah aku bahas sama dosenku. E-governement bukan hanya membutuhkan masyarakat yang melek teknologi tapi juga harus diimbangi sumberdaya aparatur birokrasi yg mumpuni.Kenapa masih fc? karena emang sistemnya nggak semua elektrik," tulis warganet.

Baca Juga: Sopir VW Terobos Pemeriksaan Polisi Masih Remaja, Usianya 16 Tahun

"Kasian banget yang udah berjuang melindungi datanya eh kesebar oleh gorengan dan nasi kucing," tambah yang lain.

"Pemerintah bicara industri 4.0 5.0 6.0, tapi tentang data kependudukan aja belum bisa tersentralisasi," ucap warganet.

"Gimana warga negara mau percaya sama pemerintah, kalau data pribadi warga aja diperlakukan begini. dan apakah ga ada klarifikasinya siapa yg ngasih berkas ginian? biasanya hal kaya gini tuh ada yg ngasih/memperjualbelikan kertas tsb," timpal lainnya.

"Dulu Bude gue pernah minta kertas-kertas kantor gue yg ga kepake, buat bungkus nasduk. Mak, gue kerja di bank. Untung si Bude bisa dikasih pengertian," pungkas warganet.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait