Konflik Israel-Palestina, Gus Sahal: Mendongkrak Pamor Netanyahu dan Hamas

Menurut Gus Sahal, yang paling dirugikan dari konflik ini adalah warga sipil Palestina dan prospek perundingan perdamaian.

Reza Gunadha | Hernawan
Kamis, 20 Mei 2021 | 16:46 WIB
Konflik Israel-Palestina, Gus Sahal: Mendongkrak Pamor Netanyahu dan Hamas
Akhmad Sahal atau Gus Sahal dalam Video YouTube Cokro TV (YouTube/CokroTV).

"Hehe.. Yang pasti, perang ini mendongkrak pamor Bibi Netanyahu dan Hamas, yang bisa menguntungkan keduanya secara politik," kata Gus Sahal.

Sementara itu, menurut Gus Sahal yang paling dirugikan dari konflik Israel dan Palestina adalah warga sipil dan prospek perdamaian.

"Yang paling dirugikan: warga sipil dan prospek perundingan damai," ujarnya menandasi.

Gus Sahal soal konflik Israel dan Palestina (Twitter).
Gus Sahal soal konflik Israel dan Palestina (Twitter).

Kekinian, konflik antara Palestina dan Israel masih berlangsung. Diketahui bahwa Pemimpin tertinggi Hamas, Ismail Haniyeh, bahkan meminta Presiden Indonesia Jokowi, untuk memobilisasi dukungan terhadap Palestina.

Baca Juga:Pacaran di Kamar Terciduk Kakak Ipar, Auto Tegang Bak Mau Dicoret dari KK

Menyadur Anadolu Agency Kamis (20/5/2021), permintaan itu disampaikan mantan Perdana Menteri Palestina itu melalui surat. 

"Kami meminta Anda untuk segera bertindak dan memobilisasi dukungan Arab, Islam dan internasional," tulis Haniyeh dalam suratnya, seperti yang dilaporkan Anadolu Agency.

"(Dan untuk) mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk mewajibkan pendudukan Israel untuk segera menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza yang terkepung," lanjutnya.

Haniyeh juga mendorong Jokowi untuk menekan Israel agar menghentikan berbagai pelanggaran terhadap Jerusalem dan rakyatnya.

Pelanggaran itu termasuk mendirikan pemukiman ilegal, penggusuran paksa di lingkungan Sheikh Jarrah, diskriminasi rasial dan untuk melepaskan tangannya dari Masjid Al-Aqsa yang diberkati serta melanggar hak jamaah.

Baca Juga:Gaji Panglima Militer Israel Per Bulan Lebih dari Presiden RI, Berapa?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak