"Anak-anak belum makan, nangis menjerit. ART gak keluar pisan, gue bikin makan di dapur tetap gak keluar sama sekali."
Sontak, curhatan majikan itu menuai pro dan kontra. Warganet justru mengkritik majikan tersebut yang dinilai memperkerjakan ART 24 jam.
"Walaupun ART tinggal di rumah, tetap harus jelas deskripsi sama waktu kerjanya bun. Dia tinggal di rumah bukan berarti 24 jam bisa dipanggil-panggil atuh," tegur warganet.
"Untuk bos-bos macam kayak gini, inget ART sama Baby Sitter beda ya. Ya kali segala pekerjaan ditanggung ART, gaji sedikit tapi kerja sampai malam," tambah yang lain.
Baca Juga:Niat Bantu Warga Isoman, Kertas Pengumuman Warung Makan Ini Jadi Sorotan
"Panggil atuh ART-nya, dikasih kerjaan. Terus dikasih tahu maksimal kerja jam berapa kelarnya, apa aja pekerjaannya. Setauku kalau ART gak ada urusan sama anak," saran warganet.
"Teteh, gue tiap jam 6 sore, ART dah langsung gue suruh masuk ke kamarnya. Kalau gak mendesak banget gue gak akan panggil. Karena mereka juga butuh istirahat," pesan warganet.
"Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Tapi majikan selalu memberikan pekerjaan melebihi gaji standar," sindir warganet.