Nunggak 2 Bulan, Penghuni Kos Kabur Tinggalkan Kamar dalam Kondisi Mengerikan

Warganet menduga penghuni kamar kos tersebut mengalami gangguan atau penyakit.

Dany Garjito | Aprilo Ade Wismoyo
Selasa, 02 November 2021 | 10:02 WIB
Nunggak 2 Bulan, Penghuni Kos Kabur Tinggalkan Kamar dalam Kondisi Mengerikan
Ilustrasi kamar kos. (Azzahrafurniture.com)

"Kok bisa gitu ya padahal cewek, aku ada satu sampah aja risih," ujar warganet lain.

"Gangguan hoarding termasuk ke dalam bentuk dari obsessive compulsive disorder (OCD) di mana seseorang mengalami kecemasan atau stress berlebih," tulis salah satu warganet.

"Ya Allah bisa-bisanya hidup dengan kamar kaya gitu," sahut warganet lain.

"Apakah yang bersangkutan menderita hoarding disorder?" komentar salah satu warganet.

Baca Juga:Viral Aplikasi Pengantin, Berikut Cara Download dan Edit Videonya

"Ya Allah kok jorok banget sih, ngeri," tulis warganet lain.

Hoarding disorder

Mengutip laman Alodokter, hoarding disorder merupakan perilaku seseorang yang senang menimbun barang tidak terpakai karena barang tersebut dianggap akan berguna di kemusian, bersejarah, dan memiliki nilai sentimental.

Barang yang disimpan bisa berupa koran, buku, makanan, benda kenangan, pakaian, struk belanja, tas plastik, hingga barang bekas yang sudah kotor dan rusak.

Orang dengan hoarding disorder ini tidak mampu merawat barang yang 'dikoleksinya' dan cenderung disimpan sembarangan.

Baca Juga:Masak Mi Instan Campur Kopi Hitam Viral, Disebut Makanan Terenak di Dunia

Benda-benda itu juga tidak memiliki nilai atau kegunaan. Akibatnya, timbunan hanya akan memenuhi rumah, membuat ruang gerak terbatas, dan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Gejala dari hoarding disorder di antaranya:

  • Sulit membuang barang yang sebenarnya tidak berguna.
  • Merasa resah saat membuang barang, bahkan sampai marah atau tersinggung bila timbunan barang dibersihkan atau dibuang.
  • Curiga jika orang lain menyentuh barang miliknya.
  • Membantah atau membeli barang dan menyimpannya ketika sudah tidak dibutuhkan, meski sudah tidak ada ruang lagi
  • Cenderung perfeksionis, sulit memutuskan sesuatu, kesulitan dalam bernegosiasi dan berencana, sering menghindar, serta menunda-nunda.

Namun, gangguan ini hanya dapat didiagnosis oleh tenaga profesional. Penderitanya membutuhkan bantuan psikoterapi, dukungan dan dampingan anggota keluarga.

Video lain yang mungkin terlewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak