Dituduh Curi Dana Hibah Untuk YPKP, Wagub DKI Buka-bukaan: Itu Fitnah!

"Semalam saya membaca beberapa kesalahan pemberitaan dan fitnah di media sosial," tulis Riza Patria.

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani
Sabtu, 20 November 2021 | 15:40 WIB
Dituduh Curi Dana Hibah Untuk YPKP, Wagub DKI Buka-bukaan: Itu Fitnah!
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta. [ANTARA/Livia Kristianti]

"Kedua, dana hibah sebesar 486 juta rupiah itu bukan untuk yayasan, bukan untuk pengurus yayasan, tapi untuk 90 santri yatim piatu yang dhuafa. Rinciannya: Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) x 3 kali makan x 30 hari x 6 bulan: total Rp 486 juta," tulis Riza.

"Ini sangat murah sekali dibanding standar biaya makan untuk warga binaan sosial sebesar Rp40.480 per hari (Kepgub 2270/2017). Semua akan kita pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat," lanjutnya.

Adapun bantuan ini sudah diberikan oleh YPKP oleh pemerintah daerah DKI Jakarta sejak 1976. Mulai dari zaman Gubernur Ali Sadikin sampai Anies Baswedan.

"Ketiga, bantuan sudah diberikan kepada YPKP sejak zaman Bapak H. Ali Sadikin, kemudian Gubernur Sutiyoso mencanangkan pembangunan dan penataan kembali PKP," terang Riza.

Baca Juga:Situasi Masih Pandemi, Dana Hibah Pemkot Palembang 2022 Capai Rp40 Miliar

"Bulan April 2015, Gub DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga membantu pendirian Gedung STIKes, Gedung Olahraga dan Seni di Kampus PKP Jakarta Islamic School. Zaman Pak Anies juga diresmikan asramanya," lanjutnya.

Riza juga menjelaskan, ayahnya memang menjadi Ketua Umum YPKP sejak tahun 2015. Namun, ia membantah memberikan dana hibah ke YPKP karena jabatan ayahnya.

"Keempat, ayah saya KH. Amidhan Saberah jadi Ketua Umum YPKP sejak tahun 2015, sementara saya jadi Wagub DKI Jakarta baru tahun 2020, jadi tuduhan adanya KKN terkait jabatan ayah saya itu, menjadi tidak masuk akal," ungkap Riza.

"Ayah saya memang seorang aktivis mahasiswa sejak kuliah di Yogyakarta. Amanah yang beliau peroleh karena keaktifannya, rekam jejak, dan proses panjang yang beliau lalui," pungkasnya.

Alasan Riza memberikan klarifikasi panjang itu karena hoaks itu dinilai merugikan keluarganya. Ia juga mengatakan sudah memaafkan penyebar hoaks yang telah meminta maaf.

Baca Juga:Bobby Nasution Serahkan Bantuan Dana Hibah untuk Yayasan Pembinaan Muallaf Al Muhajirin

"Kelima, hoaks sudah terlanjur menyebar luas dengan cepat. Hoaks itu melahirkan fitnah pada saya dan keluarga. Alhamdulillah sudah ada beberapa yang menghapus dan meminta maaf, sebelumnya kami pun sudah memaafkan," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak