alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Telur Bantuan Kemensos Tak Layak Konsumsi, Wujudnya Bikin Kades Naik Darah

Aprilo Ade Wismoyo Senin, 22 November 2021 | 12:06 WIB

Viral Telur Bantuan Kemensos Tak Layak Konsumsi, Wujudnya Bikin Kades Naik Darah
Ilustrasi Telur (unsplash/Louis Hansel).

Dari 31 satu butir telur yang diterima seorang warga hanya 8 telur yang masih bagus kondisinya.

BeritaHits.id - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mengalami masalah. Sejumlah penerimanya mengeluhkan kondisi telur yang diterima karena sudah tidak layak konsumsi.

Melansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diketahui membuang telur-telur ayam tersebut karena kondisinya rusak. Telur-telur itu mereka terima pada Rabu, (17/11/2021) di e-warung.

Salah seorang KPM inisial P menuturkan dirinya menerima telur bantuan pangan tersbut pada hari Rabu namun sebagian besar dari telur yang diterima dalam kondisi tak layak konsumsi.

Dari smua telur yang diterima, lebih banyak telur yang tak layak konsumsi daripada yang layak konsumsi.

Baca Juga: Bernyanyi Tanpa Musik, Netizen Merinding Suara Perempuan Jeneponto Mirip Nike Ardilla

"Hari Rabu saya terima 31 telur, sampai di rumah saya mau goreng, tapi telurnya bau dan ada yang sudah biru di dalamnya," ucap warga tersebut.

"Lebih banyak yang busuk, 8 biji yang bagus," ucapnya.

Kondisi telur bantuan kemensos (terkni.id)
Kondisi telur bantuan kemensos (terkni.id)

Kepala desa geram

Menanggapi kejadian tersebut, kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur geram. Ia menyayangkan bantuan telur yang diterima warganya dalam kondisi tak layak konsumsi.

"Jumlah penerima manfaat BPNT di Desa kami sebanyak 306, dan sebagian besar menerima telur yang sudah busuk," kata Mansyur, kepada terkini.id, Jumat, (19/11/2021).

Baca Juga: Cuan! 2 Agen Pegadaian di Jeneponto Dapat Omzet Miliaran Rupiah

Ia menegaskan hal seperti itu sudah kesekian kali dilaporkan oleh warga desa. Ia juga menyebut bahwa kondisi telur menjadi tanggung jawab dari dinas terkait yang menyalurkan bantuan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait