"yang ingin ibu ajarkan kepada kalian, terutama anak-anak yang dia menggunakan alat bantu dengar sebetulnya tidak mesti dia bisu. Jadi, karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara. Ibu paksa memang supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita," lanjut Risma.
Namun, video tersebut tampaknya memicu perdebatan para warganet. Warganet menuliskan beragam pendapatnya untuk menanggapi video yang beredar.
"Indonesia memang belum ramah difabel, sekelas menteri pun gak faham bagaimana memperlakukan orang-orang dengan kebutuhan khusus (diaabilitas). Tuhan menciptakan mereka berbeda adalah agar kita sebagai manusia normal belajar memanusiakan manusia apapun kekurangannya." tulis seorang warganet di kolom balasan.
"Kayaknya pada ga nangkap maksud Bu Risma. Maksud beliau itu, orang yang bisa mendengar dengan bantuan alat bantu pendengaran belum tentu orangnya bisu. Jadi Beliau mendorong mereka yang bisa mendengar dgn alat bantu, untuk berusaha belajar berbicara. Ini yang dimaksud dengan memaksimalkan pemberian Tuhan," tulis warganet.
Baca Juga:Viral WNA di Seminyak Bali Diduga Stres Jalan Santai di Tengah Padatnya Kendaraan
"Memang nggak bisu, cuma memang gak bisa mengucapkan sesuai pelafalan karena gak pernah dengar kata-kata aslinya. Udahlah gaes bu risma juga manusia biasa dan gak sempurna. Jangan dihujat. Walopun pernyataannya terdengar agak gak make sense tapi mungkin tujuan dia baik," ujar warganet.
"Kalo dari orang tuna rungu yang sudah pernah aku temui, dia punya kendala dalam berbicara juga jadi waktu itu dibantu sama ayahnya untuk menjelaskan apa yang dia omongin. Nah kalo misal ibu berbicara dengan orang tuna rungu yg jg memiliki kendala dalam berbicara, apakah ibu bisa paham?" sahut warganet lain.