Perang Tagar di Twitter, Penghargaan Atlet Berprestasi Nyatanya Sudah Diatur dalam UU

Ramai perang tagar #ApresiasiUntukAtlet vs #AtletHarusPaham di Twitter, gegara atlet protes pemerintah tak memberi bonus kepada atlet berprestasi.

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
Selasa, 07 Desember 2021 | 12:10 WIB
Perang Tagar di Twitter, Penghargaan Atlet Berprestasi Nyatanya Sudah Diatur dalam UU
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie merayakan gelar juara dengan memegang trofi Piala Thomas 2020 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) malam WIB. [BWF/Badminton Photo].

Persyaratan yang dimaksud adalah meraih medali pada ajang SEA Games, ASEAN Para Games, Asian Games, Asian Para Games, dan Olimpiade serta Paralimpiade.

Selain itu, ada juga kategori untuk juara kejuaraan dunia maupun kejuaraan Asia resmi single event untuk cabang olahraga Olimpiade, serta menjadi juara pada ajang Islamic Solidarity Games atau Asian Beach Games.

Namun, aturan tersebut memang belum mengatur secara spesifik kejuaraan single event apa saja yang masuk dalam kategori pemberian bonus pemerintah.

Baca Juga:Viral Pengantin Pria Atlet Voli, Iring-iringan Pernikahan Ini Disambut Lemparan Bola

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak