"Esoknya, saat saya mau berangkat kerja pasir itu, kok istri saya masih meluk-meluk lagi, masih menciumi saya juga. Biasanya tidak pernah begitu, biasanya istri saya sibuk ngurusi Zaki ini. Tapi pagi sebelum kejadian itu istri saya kok terus meluk-meluk aja pas saya mau berangkat kerja," ujar Imam menurut cuitan @ElokNurie.
Sampai Imam berangkat, Rumini melambaikan tangannya. Dari situ, ia merasakan hal yang tak biasa dari istrinya.
Bahkan saat bekerja, Imam menyatakan bahwa ia masih kepikiran saat bekerja.
Saat kejadian usai erupsi, Imam menyatakan bahwa ia langsung pulang. Ia mendapati semua orang berlarian dan bertemu dengan anaknya bersama pamannya di depan SD.
Baca Juga:Jembatan Perak Bakal Dibangun pada 2022
Namun Imam tak mendapati istrinya, Rumini.
Ia akhrinya bergegeas ke rumah, namun orang-orang menghalangi dan menyatakan bahwa Rumini sudah ke pengungsian.
"Saya betul-betul tidak menyangka bahwa pelukannya pagi itu adalah pelukan terakhir, lambaian tangannya untuk kami selamanya," imbuh Imam.
Rumini dan Ibunya
Rumini ditemukan tewas bersama ibundanya, Salamah di desa Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Baca Juga:Terungkap Siapa Sosok Meninggal Berpelukan Bersama Rumini saat Erupsi Gunung Semeru
Kedua perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan dan tertimpa reruntuhan rumah mereka sendiri.