facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Kisah Dokter Operasi Pasien di Suku Baduy Dalam, Dibayar Pakai Hasil Kebun

Reza Gunadha | Sekar Anindyah Lamase Selasa, 21 Desember 2021 | 13:46 WIB

Viral Kisah Dokter Operasi Pasien di Suku Baduy Dalam, Dibayar Pakai Hasil Kebun
Masyarakat Baduy Dalam memberikan hasil kebun kepada para tim medis sebagai bayaran telah membantu operasi dan pemeriksaan kesehatan penduduk. (Twitter/gloriahermawan)

Kisah tim medis melakukan operasi di perbatasan untuk pasien Baduy Dalam dan dibayar menggunakan hasil kebun penduduk menjadi viral di media sosial.

BeritaHits.id - Beredar kisah seorang dokter mengoperasi pasien orang Baduy Dalam menjadi sorotan di jejaring media sosial. Tak hanya itu, masyarakat membayar dengan hasil kebun kepada para dokter tersebut.

Peristiwa ini diunggah oleh Muhammad Arif Kirdiat di laman Facebook. Kemudian, akun @gloriahermawan membagikan ulang di jejaring media sosial Twitter pada Senin 20 Desember 2021.

"Baru buka Facebook dan lihat cerita teman yang ini, gimana dokternya yang "nyamperin" datang untuk melakukan bedah. Secara pasiennya orang Baduy Dalam. Tau dong orang Baduy kayak gimana. Apalagi Baduy Dalam ya kan? Dan akhirnya jadi banyak yang berobat, yang bayarnya pakai hasil kebun," tulis @gloriahermawan seperti dikutip Beritahits.id, Selasa (21/12/2021).

Operasi Medis di Perbatasan

Baca Juga: Lagi! Ulah Pengendara yang Merokok di Jalan Telan Korban, Warganet Dibuat Geram

M. Arif menceritakan kisah haru tersebut terjadi sesaat setelah mereka sholat Jumat. Diduga dokter bernama Omat Rachmat Hasbullah, tim dan bidan telah siap di pos kesehatan desa atau Poskesdes hendak melakukan operasi kepada pasien asal Kampung Cibeo, Baduy Dalam.

Masyarakat Baduy Dalam sangat menaati aturan adat dan menolak dengan perkembangan teknologi yang berkembang, oleh karena itu operasi dilakukan di perbatasan.

Mereka melakukan operasi tersebut di lokasi perbatasan antara Baduy dan Kampung Kebon Cau, tepatnya di Binong, Tangerang.

Lokasi tersebut hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Kampung Cibeo. Jarak waktu tempuh yang dihabiskan adalah sekitar 40 menit.

Baduy Dalam yang terkenal taat mematuhi aturan adat serta jauh dari kata modern itu, dilarang untuk menaiki kendaraan. Sehingga, mau tidak mau tindakan medis khususnya operasi sangat sulit untuk dilakukan.

Baca Juga: Mengharukan! Kisah Murid Belikan Mobil Gurunya sebagai Tanda Balas Jasa

Cuitan kisah dokter operasi pasien Baduy Dalam dibayar memakai hasil kebun. (Twitter/gloriahermawan)
Cuitan kisah dokter operasi pasien Baduy Dalam dibayar memakai hasil kebun. (Twitter/gloriahermawan)

Seluruh tindakan dan keputusan yang dilakukan itu harus berdasarkan musyawarah dan persetujuan banyak pihak.

"Proses observasi, analisa dan keputusan mau apa dan bagaimana harus dilakukan secara musyawarah dan melalui persetujuan berbagai pihak," tulis M. Arif.

Penduduk Berterimakasih kepada Tim Medis

Kakek dari pasien yang hendak dioperasi, Jaro Sami, mengatakan dirinya sangat khawatir terkait kondisi sang cucu.

Satu tahun yang lalu, kaki cucunya mengalami terkilir. Lantas, mereka membawa ke berbagai tukang urut. Namun, tidak membuahkan hasil sama sekali.

Saat operasi berlangsung, ratusan masyarakat Baduy Dalam menunggu pasien untuk mengetahui hasilnya. Mereka menunggu di luar Poskesdes.

Tak hanya itu, masyarakat pun turut bertemu dokter. Mereka turut memeriksakan anak atau diri mereka sendiri ke dokter.

Masyarakat Baduy Dalam merasa kondisi kesehatan mereka menjadi terbantu berkat kehadiran tim medis tersebut. Mereka lantas membayar dengan hasil kebun para penduduk.

"Ketika kami akan pulang, Pak Jaro, Ayah Mursid dan Panggiwa Kemik memberikan pisang tanduk, gula aren dan tentunya durian," kata M. Arif.

Kejadian ini termasuk salah satu hal yang baru. Pasalnya, masyarakat Baduy Dalam yang terbilang tertutup itu mau melaksanakan tindakan operasi bagi warganya.

"Inilah sejarah baru dimana dokter spesialis bedah tulang datang ke Baduy dan melakukan operasi bagi warga Baduy Dalam," ungkap Arif.

Kejadian menarik dan langka ini tentu membuat hati siapapun menjadi hangat. M. Arif merasa tersentuh dengan tindakan mulia para dokter membantu masyarakat Baduy Dalam dan mau dibayar memakai hasil bumi.

"Terimakasih Pak Dokter Omat R Hasbullah dan tim yang sudah mau datang ke Baduy. Semoga Allah membalas segala amal kebaikannya dengan yang lebih baik. Aamiin," tutup Arif dalam tulisannya.

Komentar Warganet

Aksi heroik dokter yang rela berjalan kaki lebih dari 30 menit dan mau dibayar oleh hasil bumi ini mendapatkan sorotan dari warganet.

Cuitan yang telah menerima lebih dari 4,300 likes tersebut banjir oleh komentar.

"Alhamdulillah makasih dokter. Baru mau nanya, kan di Baduy Dalam enggak boleh ada kamera, ternyata operasinya di perbatasan setempat yah. Jadi kangen Baduy Dalam deh, enggak ada gadget, enggak ada listrik, bener-bener nenangin diri adem semalaman paginya seger mandi di kali gak pake sabun," tulis @_cing.

"Saya lihat kemarin dr.Omat upload di Facebooknya, keluarga pasien bayarnya dari hasil kebun, terharu bgt bacanya," komentar akun @EuisIK07.

"Ini luar biasa tim medisnya buat ruangan negative pressure," ungkap @karyawanblank.

Seorang warganet pun ikut membagikan kisahnya saat melakukan pengabdian di wilayah Papua.

"Jadi ingat waktu mengabdi di Boven Digoel, Papua. Habis berobat pasti siang atau sore dibawain ikan, sayur kangkung, udang, daging rusa, kasuari, sampai daging babi," tulis @rio_aruan.

Ada pula warganet yang menceritakan kisah yang hampir mirip. Dirinya ikut mendapatkan hasil kebun usai mengajar di daerah pedalaman.

"Ah jadi ingat pernah mengajar di daerah pedalaman, kemudian orang tua muridnya membayar pakai hasil kebun kayak buah, beras, sembako lah pokoknya. Yang kalo diuangkan itu melebihi standar. Perasaan campur aduk pokoknya pengen nangis tapi terharu gitu," ungkap @Hkpratiwi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait