"Iya memang gratis sih, tapi jawabannya gitu doang," sahut yang lain.
"Jawaban gitu bot juga bisa. Daripada bikin aplikasi konsultasi, mending bikin channel Telegram, masukkan bot," imbuh seorang pengguna TikTok.
Seorang warganet yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi pun ikut memberikan pendapat.
"Gue mahasiswa psikologi, enggak semua psikolog begini, tapi menurutku ke psikolog lebih baik ketemu karena kita bisa lihat mimik muka, gestur, dan lain-lain. Semangat," komentar dia.
Baca Juga:ART Tepergok Majikan Lagi Asik Nonton Ini, Pas Tertangkap Basah Malah Tertawa
Ada pula warganet yang mengaku memiliki pengalaman serupa.
"Relate banget, gue berusaha mengetik panjang dan cerita detail saat lagi kena anxiety, tapi enggak ada jawaban minimal satu kalimat aja," ujar dia.
Komentar senada juga diungkapkan oleh seorang warganet. "Aku juga pernah ke psikiater online tahunya malah sering menyalahkan, 'itu sih salah mbak,' 'Mbak harusnya jangan gitu,' 'Mbak harusnya sabar,' enggak membantu sama sekali," tulisnya.