Kisah Getir Pasutri WNI di Malaysia, Nekat 'Menjual' Bayi Mereka Karena Tak Mampu Bayar Tagihan RS

Tak mampu membayar tagihan bernilai jutaan rupiah, pasutri ini dikabarkan nekat jual bayinya.

Reza Gunadha | Sekar Anindyah Lamase
Rabu, 16 Maret 2022 | 15:57 WIB
Kisah Getir Pasutri WNI di Malaysia, Nekat 'Menjual' Bayi Mereka Karena Tak Mampu Bayar Tagihan RS
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

BeritaHits.id - Kisah pilu sepasang suami istri asal Indonesia yang tinggal di Malaysia yang 'menjual' bayi mereka yang baru saja lahir menjadi sorotan.

Mereka dikabarkan bertindak demikian lantaran tidak mampu membayar tagihan rumah sakit.

Melansir laporan situs berita lokal Malaysia, Kosmo, insiden terjadi ketika pasutri asal Lombok yang masih berusia 20-an itu menghadapi kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Tak Mampu Bayar Tagihan RS

Baca Juga:Sambil Nostalgia, Viral Pasangan Lakukan Pemotretan Prewedding di Sekolah karena Dulunya Satu SMP

Sepasang suami istri itu dikatakan tidak memiliki cukup uang untuk mengambil bayinya yang dilahirkan di rumah sakit.

Biaya yang harus dikeluarkan adalah RM4000 atau sejumlah Rp 13 juta.

Mereka berdua merupakan pengangguran dan tidak memiliki pekerjaan, terlebih lagi keduanya juga mengalami musibah ketika rumah kontrakan yang ditempatinya tenggelam karena banjir tahun lalu di wilayah Karak, Malaysia.

Buntut hal itu, pasutri itu tak memiliki jalan selain meminta pasangan suami istri lain untuk mengadopsi anaknya.

Hal tersebut lantas menarik perhatian pasutri yang belum memiliki anak sejak menikah sembilan tahun lalu usai membaca kisah pilu tersebut.

Baca Juga:Saipul Jamil Bikin Heboh, Mesra-mesraan dengan Sosok yang Pernah Hina Lesti Kejora, Netizen: Kawal Sampai Naik Pelaminan

Keadaan Cukup Pelik

Pasutri asal Indonesia itu akhirnya menyerahkan bayi mereka dan dikabarkan menghilang begitu saja usai tagihan rumah sakut (RS) terselesaikan.

Akhirnya, situasi menjadi rumit ketika bayi tersebut tidak dapat didaftarkan sebagai anak angkat.

Pasalnya, kehadiran sosok ibu kandung diperlukan untuk mengurus dokumen atau pun data-data penting di Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) alias Departemen Pencatatan Nasional.

Hasnah, wanita yang menjadi ibu angkat bayi itu mengaku tidak bisa menemukan pasutri Indonesia usai membayar tagihan dan membawa pulang bayinya.

Langung Menghilang 

Menurut keterangan wanita berusia 33 tahun itu, rumah kontrakan pasangan tersebut yang berada di Karak telah dikosongkan.

Pasutri itu sungguh-sungguh menghilang tanpa jejak dan tidak bisa lagi dihubungi.

"Kami menemui jalan buntu untuk melakukan proses selanjutnya karena keberadaan ibu kandung sangat penting untuk kepentingan pendaftaran bayi sebagai anak angkat yang sah. Ini demi masa depan anak," ujar Hasnah.

Pasangan WNI bernama Fathiani dan Bambang itu diminta untuk segera menghubungi Hasnah untuk melanjutkan proses pendaftaran.

Sebelumnya, Hasnah menemukan informasi adopsi anak serta kisah pilu WNI itu melalui grup Whatsapp dari area perumahan miliknya pada 30 Desember tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak