facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nisan Mini di Tepi Jalan Sukoharjo-Solo Diungkap Warganet, Ternyata Kuburan Kucing Raja Pakubuwono X

Dany Garjito | evi nur afiah Minggu, 15 Mei 2022 | 15:04 WIB

Nisan Mini di Tepi Jalan Sukoharjo-Solo Diungkap Warganet, Ternyata Kuburan Kucing Raja Pakubuwono X
Hewan kesayangan Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) X yang bernama Nyai Sembro (Twitter/ @mwv_mystic).

Makam di tengah trotoar jalan utama Solo Baru tak jauh dari bundaran Tanjunganom, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

BeritaHits.id - Sebuah potret nisan mini di tepi jalan raya yang menghubungkan Sukoharjo-Solo, Jawa Tengah diungkap warganet.

Keberadaan makam di tengah trotoar jalan utama Solo Baru tak jauh dari bundaran Tanjunganom, Grogol, Sukoharjo, sebelumnya  menimbulkan penasaran banyak orang.

kekinian, sebuah akun Twitter dengan nama @mwv_mystic membagikan fakta-fakta menarik soal nisan mini tersebut. 

Nissan tersebut merupakan makam kucing yang merupakan hewan kesayangan Raja Keraton Solo Pakubuwono (PB) X. 

Baca Juga: Pasutri Ini Gugat Anak dan Menantu di Pengadilan: Beri Kami Cucu dalam 1 Tahun Ini Atau Bayar Rp 9,5 Miliar

Hewan kesayangan Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) X  yang bernama Nyai Sembro (Twitter/ @mwv_mystic).
Hewan kesayangan Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) X yang bernama Nyai Sembro (Twitter/ @mwv_mystic).

Pada nisan berwarna putih yang bertuliskan huruf jawa 'Klangenan Dalem Nyai Sembro', atau bisa diartikan hewan kesayangan Raja yang bernama Nyai Sembro.

Raja Keraton Solo Pakubuwono (PB) X tersebut semasa hidupnya memiliki hewan peliharaan klangenan berupa kucing yang berjenis candramawa. Kucing betina itu bernama Nyai Sembro atau Nyai Tembong. 

"Pada makam itu terkubur Nyai Sembro, kucing kesayangan Raja Pakubuwono X yang berjenis Candramawa (persia hitam dengan corak putih)," tulis keterangan pada foto yang diunggah tersebut.

Makam Nyai Sembro itu berukuran kecil dengan warna dominan hitam. 

Diperkirakan pada tahun 1931, kucing tersebut masih ada atau masih hidup. Sementara raja Keraton Solo wafat pada 1939.

Baca Juga: Pedagang Buah Ini Mirip Presiden Jokowi, Pengunjung Sontak Bilang: Pak Turunkan Harga Minyak!

Informasi yang diperoleh, lokasi jalan ini dulunya memang menjadi kuburan hewan peliharaan Raja Pakubuwono, sebelum akhirnya dibangun jalan raya pada era 1980 an.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait