CEK FAKTA: Benarkah Informasi Kemasan Air Galon Isi Ulang Mengandung Zat BPA?

BPOM dalam hal ini masih terus melakukan monitoring dan mengevaluasi aturannya.

Ruth Meliana Dwi Indriani | Evi Nur Afiah
Kamis, 19 Mei 2022 | 19:33 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Informasi Kemasan Air Galon Isi Ulang Mengandung Zat BPA?
Informasi galon isi ulang mengadung Zat BPA yang beredar di media sosial (Twitter/@AREAJULID).

BeritaHits.id - Baru-baru ini beredar informasi yang menyebut bahwa air galon kemasan isi ulang mengandung zat yang membahayakan bagi kesehatan bayi, balita dan ibu hamil. Zat tersebut bernama BPA (Bisphenol A). 

"Gais, tahu engga Zat BPA yang terkandung di galon isi ulang ternyata berbahaya bagi bayi,balita dan ibu hamil! Sedihnya lagi, kita di nina bobokan selama ini dengan dalih bahwa galon Polikarbonat itu aman dan turut menjaga lingkungan," tulis informasi pada unggahan yang diposting oleh akun Twitter @AREAJULID

Berdasarkan penelusuran Beritahits.Id, berita kemasan air galon isi ulang mengandung Zat BPA adalah tidak benar.

Penjelasan

Baca Juga:Komnas PA Sebut Pelabelan BPA Penting Untuk Lindungi Kesehatan Anak

Berikut penjelasan terbaru dari BPOM:

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Rita Endang, menyatakan hasil uji terbaru pada sampel ‘post-market’ yang dilakukan 2021-2022 dengan sampel yang diperoleh dari seluruh Indonesia.

Hasil uji tersebut menunjukkan penggunaan BPA pada kemasan air minum berbahan polikarbonat memiliki kecenderungan yang mengkhawatirkan.

“Jadi hubungan BPA dengan plastik adalah, BPA berperan sebagai kandungan yang mengawetkan serta dan memperkuat plastik agar kemasan tidak rusak. Namun BPA juga mengandung racun yang tentunya juga berbahaya bagi kesehatan," kata BPOM.

Bahaya BPA paling rentan terjadi terhadap Bayi, Balita dan Ibu Hamil karena dapat mempengaruhi berat badan lahir, perkembangan hormonal dan perilaku, hingga resiko kanker di kemudian hari.

Baca Juga:Rencana Pelabelan Risiko BPA Galon Oleh BPA: Pelaku Usaha Harus Inovatif

Namun, BPOM dalam hal ini masih terus melakukan monitoring dan mengevaluasi aturannya.

Setelah dilakukan penelusuran fakta, diketahui kajian terbaru dari BPOM menyatakan kandungan BPA atau bisphenol-A yang sering ditemukan pada wadah plastik, salah satunya galon isi ulang, memang berbahaya.

Bersumber dari mayoclinic.org, the U.S. Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa kandungan BPA dengan kadar yang sangat rendah masih tergolong aman.

Rita menjelaskan bahwa, BPOM terus melakukan evaluasi standar dan peraturan bersama para pakar di bidang keamanan air, pelaku usaha, kementerian dan lembaga terkait, akademisi, dan masyarakat dalam mempersiapkan standar kemasan dan label AMDK di pasaran.

Kesimpulan

Berkaitan dengan perubahan kajian BPOM, menyatakan bahwa BPA tidak berbahaya adalah tidak benar. Berdasarkan data kajian BPOM terbaru, kandungan BPA dalam kemasan makanan atau minuman polikarbonat adalah berbahaya dan dalam hal ini BPOM akan terus melakukan monitoring lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak