
Enggan mencari masalah dan tak mau mencari kesalahan orang lain, Mauren pun memutuskan untuk survei mencari sekolah lain yang lebih sesuai dengan harapannya.
Menariknya, Mauren melakukan survei sekolah dengan cara yang terbilang unik.
Dia tak langsung masuk ke ruang kantor, namun duduk di sekitar sekolah yang dia survei.
Mauren mengaku mencoba duduk di kantin seraya mendengarkan murid-murid berbincang serta mengintip proses belajar mereka di kelas.
Baca Juga:Pelajar SMA ini Sebut Korban Uji Coba Presiden dan Mendikbud Karena Kurikulum Sekolah Berubah-ubah
Hal itu sempat dilakukannya selama beberapa hari untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai olehnya bagi buah hatinya.
Mengaku Langsung Jatuh Cinta Melihat Sekolah ini
Sampai suatu saat, Mauren menemukan sekolah berkurikulum nasional plus yang terbilang masih baru.
Meski sekolahnya kecil, dengan fasilitas minim dan bermurid 9 orang per kelas, Mauren tak ragu memilih sekolah internasional tersebut dan berkata langsung jatuh cinta.
"Murid-muridnya terlihat sangat santun, walau berbicara dalam bahasa asing. Guru-guru terlihat begitu dekat dengan murid. Saat saya mengintip di kelas-kelas terasa proses belajar yang menyenangkan, melibatkan murid secara aktif, berkomunikasi 2 arah & kelas terlihat penuh semangat & kegembiraan" ungkap Mauren.
Terlebih lagi, di sekolah itu Mauren melihat kebersamaan murid-murid muslim yang beribadah salat bersama guru mereka meski bukanlah sekolah Islam.