Ramai soal Kurikulum Nasional, Maudy Ayunda Pindah ke Sekolah Internasional karena Disuruh Hafalkan Nama Kecamatan

Pernah sekolah negeri, Maudy Ayunda ternyata pindah gegara hal ini.

Reza Gunadha | Sekar Anindyah Lamase
Kamis, 26 Mei 2022 | 17:56 WIB
Ramai soal Kurikulum Nasional, Maudy Ayunda Pindah ke Sekolah Internasional karena Disuruh Hafalkan Nama Kecamatan
Maudy Ayunda. (Instagram/@muren.s)
Potret ibu Maudy Ayunda semasa muda. (Instagram/muren.s)
Potret ibu Maudy Ayunda semasa muda. (Instagram/muren.s)

Enggan mencari masalah dan tak mau mencari kesalahan orang lain, Mauren pun memutuskan untuk survei mencari sekolah lain yang lebih sesuai dengan harapannya.

Menariknya, Mauren melakukan survei sekolah dengan cara yang terbilang unik.

Dia tak langsung masuk ke ruang kantor, namun duduk di sekitar sekolah yang dia survei.

Mauren mengaku mencoba duduk di kantin seraya mendengarkan murid-murid berbincang serta mengintip proses belajar mereka di kelas.

Baca Juga:Pelajar SMA ini Sebut Korban Uji Coba Presiden dan Mendikbud Karena Kurikulum Sekolah Berubah-ubah

Hal itu sempat dilakukannya selama beberapa hari untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai olehnya bagi buah hatinya.

Mengaku Langsung Jatuh Cinta Melihat Sekolah ini

Sampai suatu saat, Mauren menemukan sekolah berkurikulum nasional plus yang terbilang masih baru.

Meski sekolahnya kecil, dengan fasilitas minim dan bermurid 9 orang per kelas, Mauren tak ragu memilih sekolah internasional tersebut dan berkata langsung jatuh cinta.

"Murid-muridnya terlihat sangat santun, walau berbicara dalam bahasa asing. Guru-guru terlihat begitu dekat dengan murid. Saat saya mengintip di kelas-kelas terasa proses belajar yang menyenangkan, melibatkan murid secara aktif, berkomunikasi 2 arah & kelas terlihat penuh semangat & kegembiraan" ungkap Mauren.

Baca Juga:Menteri Nadiem Jelaskan Kurikulum Merdeka Membuka Ruang untuk Guru dan Murid Belajar dengan Cara Menyenangkan

Terlebih lagi, di sekolah itu Mauren melihat kebersamaan murid-murid muslim yang beribadah salat bersama guru mereka meski bukanlah sekolah Islam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak