"Gila. Apakah kamu menetapkan semua aturan ini pada diri kamu sendiri ketika kamu tidak memiliki seorang pembantu? Sepengetahuan saya, seorang ART juga manusia seperti kita, bukan robot," tulis warganet.
"Lebih kayak hukum daripada aturan dan regulasi," komentar salah satu warganet.
"Kalau aku jadi ARTnya, aku cuma bakal hapus itu papan tulisnya dan keluar," ungkap yang lain.
Sementara itu, di sisi lainnya, sebagian warganet juga mengatakan bahwa peraturan itu sangat masuk akal dan dapat diterima bagi majikan untuk menegakkan aturan dan regulasi tersebut kepada seorang karyawan.
"Siapapun yang punya ART pasti bakal ngerti," ujar warganet.
"Guys, ART dibayar untuk membersihkan rumah," timpal lainnya.
"Kantor juga punya aturan. Apa masalahnya? Pekerjaan rumah tangga migran bukanlah putri yang memiliki hak istimewa untuk diperlakukan seperti ratu. Mereka adalah karyawan," pungkas yang lain.