Siswa Meninggal Dunia Diduga Korban Bullying dan Pengeroyokan Temannya Sendiri

Peristiwa miris tersebut diungkap oleh akun Facebook dengan nama Dedeng Mapongga kemudian viral di jagat media sosial.

Dany Garjito | Evi Nur Afiah
Selasa, 14 Juni 2022 | 14:10 WIB
Siswa Meninggal Dunia Diduga Korban Bullying dan Pengeroyokan Temannya Sendiri
Ilustrasi bulliying (Pexels)

Pengertian bully dan dampaknya bagi anak

Menyadur dari The Asian Parent, bully merupakan sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang tujuannya untuk menyakiti atau mempermalukan orang lain.

Tindakan tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan tujuannya membuat korban tidak berdaya dan menderita.

Bullying atau perundungan bisa memberikan dampak jangka panjang maupun jangka pendek. Dan dampak tersebut tak hanya dirasakan oleh korbannya, tapi juga oleh pelakunya.

Baca Juga:5 Fakta Siswa MTs di Kotamobagu Tewas Diduga Di-bully Teman, Publik: Semoga Ada Keadilan

Dampak terhadap korban bullying:

Mengalami gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, merasa sedih dan kesepian
Syok
Takut jika berpapasan dengan pelaku
Perubahan pola tidur dan makan
Berkurangnya ketertarikan pada hobi atau aktivitas yang disenangi
Masalah kesehatan
Menurunnya performa akademis
Menutup diri dari pergaulan
Depresi
Bunuh diri

Dampak terhadap pelaku bullying:

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
Rentan berkelahi dan merusak barang
Beresiko melakukan seks di usia muda
Melakukan tindakan kekerasan
Penyebab bullying

Lalu apakah penyebab bullying? Psikolog RS Pondok Indah, Jene Cindy Linardi M.Psi, CGA mengatakan, setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi penyebab terjadinya bullying, di antaranya ada faktor keluarga, sekolah, pertemanan dan tontonan anak.

Baca Juga:Jurnalis Asal Sukabumi Dikeroyok Belasan Orang Saat Meliput Warga yang Jatuh dari Jembatan Cimandiri

Berikut adalah faktor-faktor penyebab bullying:

1. Keluarga

Salah satu yang menyebabkan anak melakukan bully adalah faktor keluarga. Dalam hal ini perilaku bully tersebut ditunjukkan oleh anggota keluarga seperti seorang ibu yang melakukan kekerasan fisik kepada anggota keluarga lainnya.

Selanjutnya adalah orang tua yang kerap melakukan kekerasan verbal seperti komunikasi kasar, penuh makian kepada anak.

Selain kedua faktor tersebut, suasana rumah juga bisa mempengaruhi keadaan mental seorang anak. Jika suasana dalam rumah tidak terjadi konflik, agresi atau permusuhan, maka perilaku bully yang tumbuh dalam keluarga bisa dicegah.

2. Sekolah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak