"Mira adalah anak autis saya, saat kejadian baru berusia 12 tahun. Di pagi hari ketika pergi ke sekolah, anak mengeluh "nyeri vagina". Dia menangis ketika dia mandi. Saya memeriksa bibir vagina, kemerahan lecet," ungkap si ibu.
Awalnya, wanita itu mengira mungkin kemerahan itu karena masalah vagina, tetapi ketika dia berpikir kembali, wanita ini mengakui bahwa putrinya tidak memiliki masalah.
Tak berhenti sampai di situ, adik perempuan Mira bernama Maisarah, dikabarkan pernah mengalami hal yang sama.
Pilunya lagi, Maisarah yang normal dan tak seperti Mira, saat itu dia masih berusia 7 tahun.
Ibu itu menceritakan kembali momen kelam yang menimpa putrinya. Wanita itu mengaku semua terjadi saat dia meninggalkan anak-anak bersama ayahnya di rumah.
"Saya meminta izin dari X (suami) untuk mengirim ayah saya ke klinik. Sebelum itu, saya bertanya kepada X, di mana dia? Dia mengatakan dia telah kembali ke rumah dan dia mengizinkan saya untuk mengirim ayah saya ke klinik tanpa membawa anak-anak karena anak-anak tidak mau datang. Maisarah yang berusia 7 tahun juga sedang tidur," ungkap wanita itu.
Ayah Cabuli Anak Kandung
Menurut ibu empat anak itu, sekitar pukul 19.00 dia menelepon anaknya untuk menanyakan keberadaan ayah mereka. Saat itu, pria itu ternyata belum juga pulang ke rumah.
Setelah semua urusannya selesai, wanita itu pulang ke rumah dan melihat sang suami sedang duduk di sofa tetapi dia tampak tak nyaman seolah-olah ada sesuatu yang salah.
Setelah selesai membuatkan kopi untuk sang suami, wanita itu langsung menuju kamar untuk mandi. Kemudian, Maisarah tiba-tiba datang mengadu padanya.