Perawatan Platelet-Rich Plasma (PRP) atau sering dikenal dengan vampire facial kini tengah populer dilakukan. Bahan utama terapi ini berupa darah pasien sendiri yang diolah dengan teknologi khusus untuk menjadi plasma darah yang mengandung ratusan protein growth factor.
Terkait antiaging, perawatan ini berfungsi untuk meningkatkan proses regenerasi jaringan kulit dan merangsang pembentukan kolagen sehingga dapat menghilangkan tanda-tanda penuaan. Serum plasma darah akan diaplikasikan dengan menggunakan dua alat, yaitu micro-needling dan Vital Injector II.
Alat micro needling berbentuk seperti pulpen dengan jarum-jarum halus yang konstan dimasukkan ke kulit dengan kedalaman dan kecepatan tertentu dengan menggunakan mesin EPN. Sementara Vital Injector II merupakan alat suntik yang mengintegrasikan jarum dan vakum sehingga suntikan serum plasma dapat langsung masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.
3. DNA Salmon Micro Injection
Baca Juga:Update Siang! Kode Redeem PUBG Mobile Minggu 31 Juli 2022
Perawatan dengan menyuntikan cairan mikro DNA salmon juga tengah banyak diminati karena dianggap memberikan efek regenerasi yang sangat baik.
Hal itu karena perawatan DNA Salmon bermanfaat untuk memperbaiki elastisitas kulit, mengurangi kerutan, mengencangkan kulit serta mengaktivasi kolagen sebagai bentuk pencegahan penuan dini.
Cairan serum ini akan diinjeksikan pada seluruh wajah dengan menggunakan alat Vital Injector di lapisan dermis untuk meningkatkan produksi kolagen.
Tak hanya berkhasiat untuk anti aging, perawatan ini juga dapat digunakan oleh anak muda dan pria untuk mencerahkan dan melembabkan kulit, memperbaiki skin barrier, memperbaiki tekstur kulit kasar hingga mengurangi pori-pori besar.
4. ZAP Premiere Signature Injection
Baca Juga:Hindari Disuntik Botok, Ini Rahasia Cantik dan Awet Muda Anggun C Sasmi
Perawatan ini dapat menjadi alternatif untuk mengatasi area wajah yang terlihat mengendur. Setelah melewati tahap pemeriksaan dan pemberian krim anestesi, pasien akan mendapatkan suntikan neurotoxin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum.