Proses persalinan dilakukan mulai pukul 18.30 WIB. Saat proses itu, Rohma mengejan hanya sampai kepala bayi pun sudah keluar, namun persalinan mengalami kemacetan atau distosia bahu.
Berat badan bayi yang besar dan pundak lebar membuat Rohma kesusahan mengejan. Dokter sampai harus menggunakan alat sedot untuk mengeluarkan bayi.
Kepala bayi itu terjepit pangkal pinggul atau jalan rahim selama 10 menit. Akibatnya, bayi yang diberi Cahaya Rembulan itu meninggal dunia.
"Untuk mengeluarkannya dilakukan pemotongan leher. Anak saya meninggal. Padahal saya sudah meminta dokter untuk melakukan operasi sesar, tapi tidak dituruti. Itu yang saya sesalkan," ungkap Yopi.
Baca Juga:Viral Bayi Meninggal saat Proses Persalinan, RSUD Jombang Disebut Tak Turuti Permintaan Sesar
4. Keluarga pasrah
Akun yang mengunggah itu pun mengabarkan pihak keluarga hanya bisa pasrah. Sebab mereka mau menutut pun tak tahu jalurnya dan membutuhkan biaya yang tak sedikit.
Rohma selaku ibu yang melahirkan bayi itu masih proses pemulihan di RS hingga kini dan malah mendapatkan omongan pedas dari perawat gegara dari fasilitas kesehatan kelas 3.
5. Pihak RSUD Jombang Angkat Suara
Kasus viral itu pun ditanggapi oleh dr Vidya Buana selaku Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Jombang dr Vidya Buana. Vidya membenarkan adanya persalinan pasien atas nama Rohma Roudlotul Janah. Namun demikian, pihak RSUD Jombang tak mau disalahkan soal kasus tersebut.
Baca Juga:Pekan Menyusui Dunia 2022 Ajak Para Ibu Untuk Mengetahui Pentingnya ASI untuk Bayi
Menurut pihak RS, hal itu karena yang dilakukan oleh tim medis sudah sesuai dengan prosedur atau SOP. Pihak rumah sakit bahkan menyebut sampai menurunkan tiga dokter spesialis kandungan atau obgyn untuk persalinan tersebut.