facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

CEK FAKTA: Ramsay Hunt Syndrome yang Dialami Justin Bieber Akibat Vaksin Covid-19, Benarkah?

Dany Garjito | Evi Nur Afiah Sabtu, 06 Agustus 2022 | 15:13 WIB

CEK FAKTA: Ramsay Hunt Syndrome yang Dialami Justin Bieber Akibat Vaksin Covid-19, Benarkah?
Justin Bieber [Instagram/@evanpaterakis]

Prof. dr. Zubairi Djoerban menjelaskan Ramsay Hunt syndrome yang diderita Justin Bieber adalah suatu kondisi yang disebabkan reaktivasi virus.

BeritaHits.id - Beredar informasi bahwa Ramsay Hunt syndrome yang diderita Justin Bieber disebabkan oleh vaksin Covin-19, benarkah?

Cuitan tersebut menyebut bahwa Ramsay Hunt syndrome termasuk salah satu kategori kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19.

Berdasarkan penelusuran Beritahits.id pada Sabtu, (6/8/2022), menurut Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. dr. Zubairi Djoerban mengatakan bahwa, informasi itu belum jelas atau konten yang menyesatkan.

Penjelasan

Baca Juga: 93 Ribu Tenaga Kesehatan di Sumut Bakal Terima Vaksin Booster Kedua

Cuitan  Prof. dr. Zubairi Djoerban soal Ramsay Hunt syndrome (Twitter/ @ProfesorZubairi).
Cuitan Prof. dr. Zubairi Djoerban soal Ramsay Hunt syndrome (Twitter/ @ProfesorZubairi).

Prof. dr. Zubairi Djoerban menjelaskan Ramsay Hunt syndrome yang diderita Justin Bieber adalah suatu kondisi yang disebabkan reaktivasi virus. 

Sindrom ini bertanggung jawab atas 12 persen kasus kelumpuhan wajah, dengan prognosis yang lebih buruk ketimbang Bell’s palsy (kelumpuhan salah satu sisi otot wajah sehingga wajah tampak melorot). 

Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah Varicella-zoster virus (VZV). Ini adalah virus yang sama yang menyebabkan anak-anak terkena cacar air dan cacar ular (herpes zoster) pada orang dewasa.

Selain itu juga belum ada bukti terkait Ramsay Hunt Syndrome disebabkan vaksin Covid-19. 

Beliau menambahkan jika sindrom ini sudah ada obatnya di Indonesia dan tersedia juga di apotek-apotek. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Satgas Covid-19 Minta Pemerintah Daerah Waspada

Adapun obat-obatan yang bisa digunakan untuk penyakit Ramsay Hunt Syndrome, yakni Valacyclovir, Acyclovir, dan Famciclovir, menurut pengalamannya, untuk konsumsi Valacyclovir lebih baik ditambah dengan obat steroid (seperti Prednison).

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas klaim tentang Ramsay Hunt syndrome yang diderita Justin Bieber disebabkan oleh vaksin Covin-19 adalah keliru dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Apa Itu Ramsay Hunt Syndrome?

Menyadur dari New York Times, sindrom ramsay hunt adalah kondisi neurologis yang disebabkan oleh virus varicella zoster, virus yang sama dengan penyebab cacar air pada anak-anak dan herpes zoster pada orang dewasa. 

Virus ini diketahui dapat bertahan lama di dalam tubuh seseorang sepanjang hidupnya, bahkan lama setelah sembuh dari cacar air.

"Saraf yang melewati wajah Anda melalui saluran tulang cukup sempit, sehingga ketika meradang, saraf itu akan membengkak dan kehilangan kemampuan untuk berfungsi," kata Dr. Anna Wald, spesialis penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Washington.

Penyakit ini mempengaruhi pria dan wanita dan dapat mengakibatkan kelumpuhan pada satu sisi wajah, serta menimbulkan ruam yang menyakitkan yang membuat kulit terasa melepuh. 

Sindrom ini lebih sering terjadi pada orang tua dan beberapa pasien mengalami perubahan dalam pendengaran mereka. Misal, merasakan suara yang lebih keras di satu telinga atau tuli di salah satunya.

Nyeri telinga dan wajah biasanya merupakan bagian dari sindrom ini, dan beberapa pasien mungkin akan menderita vertigo.Disebutkan, hanya sekitar lima sampai 10 dari setiap 100.000 orang akan bertahan dari sindrom ramsay hunt setiap tahun. Namun, menurut Dr. Waleed Javaid, direktur pencegahan dan pengendalian infeksi di Mount Sinai Downtown di New York itu bukan sesuatu yang harus ditakuti orang.

Sindrom tersebut secara resmi dikenal sebagai herpes zoster oticus. Ini menjadi nama yang lebih umum dan berasal dari ahli saraf James Ramsay Hunt, orang yang pertama kali menggambarkan penyakitnya.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait