Sambo Undang Kompolnas ( Komisi Kepolisian Nasional)
Pada peristiwa tersebut, Mahfud yang saat itu masih berada di Mekkah turut mencari tahu segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk berkomunikasi dengan anggota Kompolnas Benny Mamoto yang turut membenarkan kejadian tersebut.
Tak hanya Kompolnas, Mahfud MD juga mencari informasi lewat Komnas Ham juga DPR. Mahfud menyebut beberapa orang dihubungi Sambo.
"Beberapa orang dihubungi Sambo cuman hanya nangis saja, (dia bilang--Red)'Saya terhina saya dizalimi', sambil nangis-nangis," tutur mantan ketua MK itu.
Baca Juga:Tak Lagi Dampingi Bharada E, Deolipa Yumara Minta Bayaran Rp 15 Triliun dan Ancam Gugat Perdata
Usai kepulangannya dari Mekkah, Mahfud memanggil Benny Mamoto untuk memberikan perspektif lain agar kasus tersebut tidak di belokan.
"Saya panggil Benny Mamoto yang bilang bahwa kejadiannya itu benar padahal ada perspektif lain yang mungkin masuk akal," tambah Mahfud.
"Dia jawab begitu ada peristiwa dan bapak ada di Mekkah saya langsung ke Polres Jakarta Selatan saya mendapat penjelasan begitu dari Kaporles. Kata saya, kenapa Anda langsung percaya orang itu gak masuk akal," ketusnya.
"Menurut saya, (yang disampaikan--Red) pengacara Kamaruddin lebih layak untuk bisa dipertimbangkan sebagai modus," tambahnya.
Mahfud berkata lagi, kini kasus tersebut bak bisul yang sudah keluar batunya.
"Kalau teknis hukum sih saya kira tidak terlalu masalah karena sudah diumumkan sendiri tersangkanya jenderal itu dan buktinya sudah kuat," katanya.