"Lebih baik daripada polisi lalu lintas. Dia dapat uang karena kerja nyatanya bukan yang berseragam suka menghentikan kendaraan untuk meminta uang," tutur warganet.
"Profesional, santun dan Ramah," cuit publik.
"Masya Allah kalau tulus tuh nyampe yah ke hati," tutur netizen.
"Jarang-jarang ada yang begini. Kebanyakan pada senggol," ujar neter lain.
Untuk diketahui, di Indonesia, melihat masyarakat sipil mengatur lalu lintas di persimpangan jalan, tentu bukan hal yang asing. Masyarakat menyebutnya dengan polisi cepek atau pak ogah.
Mereka bertugas layaknya seorang polisi lalu lintas. Sedangkan cepek adalah istilah untuk sebutan uang Rp.100.