"Tanya balik pak, standar ukuran gundul atau tidaknya berapa? Biar ulir kelihatan bukan berarti bagus," ujar warganet.
"Bannya sudah gundul itu, sangat berbahaya saat berkendara," cuit publik.
"Buat abang sopirnya tetap semangat. Terlepas gundul atau tidaknya ban nya hanya abang sopir yang tahu kemampuan ban tersebut," ucap warga lokal.
"Penyebab kecelakaan paling banyak ya ban seperti itu," ungkap warganet lain.
Baca Juga:Beli Telur Ayam Negeri, Publik Kaget Sekaligus Kasihan Lihat Wujud Ini Dalam Wadah
Waspada! Jangan Remehkan Bahaya Ban Aus
Assistant Chief Technical Service Original Equipment Sales Department PT Bridgestone Tire Indonesia, Ahmad Nuril menjelaskan, salah satu fungsi penting ban adalah fungsi pengereman. Fungsi ini, agar dapat berjalan dengan semestinya, membutuhkan traksi atau 'cengkraman' dari tapak ban.
Tapak ban yang sudah rendah atau aus akan mengurangi traksi, apalagi jika tapak ban telah 'gundul'.
"Kalau ban gundul atau aus, sebagian fungsi pengereman akan berkurang. Dari yang awalnya, misalnya butuh 10 meter (untuk berhenti) bisa menjadi 15 meter. Kalau telat mengerem bisa terjadi hal yang tidak diharapkan," kata Ahmad, belum lama ini di Jakarta.
Karena itu, Ahmad menegaskan, pengemudi wajib memeriksa kondisi ban, salah satu yang mesti dicek adalah kedalaman tapak ban. Apalagi jarak tempuh yang mencapai ratusan hingga ribuan kilometer akan benar-benar membutuhkan ban berkondisi prima.
Baca Juga:Bukan Main! Masih Berseragam SD Dua Bocah Ini Tarik Segepok Uang di ATM, Ngaku Hasil Saweran Tiktok
Pada ban sendiri terdapat indikator keausan yang bernama Tire Wear Indicator (TWI) yang berbentuk segitiga.