Benarkah Ada Peran Jenderal Bintang Empat Diduga 'Kakak Asuh' Melindungi Ferdy Sambo?

Muradi menduga ada keterlibatan sosok elit yang digadang-gadang sebagai 'kakak asuh' membantu proses hukum Ferdy Sambo membunuh Brigadir Yosua.

Dany Garjito | Evi Nur Afiah
Kamis, 22 September 2022 | 10:29 WIB
Benarkah Ada Peran Jenderal Bintang Empat Diduga 'Kakak Asuh' Melindungi Ferdy Sambo?
Ilustrasi Ferdy Sambo. [Suara.com/Eko Faizin]

BeritaHits.id - Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi menduga ada keterlibatan sosok elit yang digadang-gadang sebagai 'kakak asuh' membantu proses hukum Ferdy Sambo membunuh Brigadir Yosua.

Kakak asuh tersebut sampai detik ini, diduga masih membangun kerja sama dengan berbagai pihak guna meringankan vonis hukuman Sambo.

"Indikasinya terlihat, Polanya juga terlihat. Saya cuman bilang mengajak teman-teman (kakak asuh) fokus saja pada proses pengadilan," kata Muradi dalam wawancara yang ditayangkan Kanal Youtube KOMPASTV dikutip Beritahits.id pada Kamis, (22/9/2022).

Muradi menyebut sang kakak asuh ini diduga turut mengawal proses hukum Sambo. Mulai dari penetapan Sambo sebagai tersangka pembunuhan Yosua, sidang kode etik dan pengajuan banding. Kakak asuh diduga berusaha menghalang-halangi namun gagal.

Dan terakhir, Muradi berharap proses pengadilan dapat dikawal dengan serius. Ia khawatir kakak asuh akan mendekati jaksa dan hakim.

Baca Juga:Iptu Januar Arifin Dianggap Tidak Profesional, Kena Sanksi WajibPembinaan Mental

"Saya berharap FS (Ferdy Sambo) ini legowo. Fokus pada peradilan yang akan dijalani dalam waktu dekat. Dan Kakak asuh membiarkan prosesnya," ujarnya.

Kakak asuh Sambo diduga merupakan polisi aktif dan ada juga yang sudah purnawirawan sekaligus sebagai sosok yang memuluskan jalan karir Sambo.

Saat disinggung apakah sosok purnawirawan tersebut merupakan jenderal bintang empat, Muradi tidak mengiyakan dan juga tidak membantah hal tersebut.

"Anda tidak membantah tapi juga tidak mengiyakan. Kalau diasumsikan pertanyaan saya benar," tegas Aiman presenter berita KOMPASTV.

Seperti diketahui, Ferdy Sambo jadi tersangka dan diduga menjadi otak pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Tidak hanya Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga:Ferdy Sambo Benar-Benar Melawan Bahkan Menyerang Balik Polri, Pengamat Ungkap Celah Serangan dari Pecatan Jenderal

News

Terkini

"Sebuah kode supaya lu nggak lama-lama nginapnya!" semprot warganet.

Lifestyle | 12:45 WIB

Mertua bahkan sempat meminta anaknya untuk menggadaikan BPKB sepeda motor yang digunakan untuk kerja.

Lifestyle | 10:54 WIB

Kakek Tejo meminta Anies untuk tetap menjabat di Jakarta karena merasa gaya pimpinannya yang bagus.

News | 10:08 WIB

Warganet mengaku heran dengan sikap orang tua yang bisa-bisanya lupa dengan anak sendiri.

News | 09:41 WIB

"Trik supaya panggung nggak nggak dipakai bapak-bapak nyawer," kata warganet.

News | 09:38 WIB

Begini fakta dibalik rekaman AKP Rita Yuliana yang beredar mengenai kesadisan Ferdy Sambo.

News | 09:35 WIB

Hingga kini belum diketahui penyebab dari adanya perampasan mobil tersebut.

News | 16:53 WIB

Setelah dicek dengan money detector, ternyata uang yang didapat dari pembeli handphone tersebut adalah palsu.

News | 16:42 WIB

Dalam video tersebut, tampak Zanza sedang berkumpul bersama dengan Habib Kribo.

News | 14:13 WIB

Korban mengaku sudah sering mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari kakak pacarnya yang berprofesi sebagai polisi wanita (polwan).

News | 13:31 WIB

"Gaya elite, ngisi bensin sulit," tulis warganet dalam kolom komentar unggahan.

News | 13:31 WIB

"Apaan sih bawa-bawa NU," kata netizen dalam kolom komentar.

News | 13:31 WIB

Dalam video rekaman CCTV, tampak pemotor tersebut menyalip truk tangki BBM dari sisi sebelah kiri.

News | 13:31 WIB

Setelah ditelusuri, video dengan klaim yang ditulis akun Facebook tersebut dapat dipastikan sebagai hoaks.

News | 13:30 WIB

Warganet menuai pro kontra soal aksi yang dilakukan oleh oknum anggota TNI tersebut.

News | 20:36 WIB
Tampilkan lebih banyak