Pemilik resto itu pun turut menjawab sejumlah pertanyaan dari warganet terkait kontroversi tersebut.
Dia menuturkan bahwa apabila ingin mengunggah video, seharusnya merekam dari awal saat bungkus dibuka dan sebelum makanan disantap.
Tak hanya itu, pemilik resto turut menunjukkan penampakan nasi goreng Pattaya yang dibalut telur dan diberikan sambal.
Selain itu, pemilik resto juga menyampaikan bahwa harga nasi goreng apabila makan di tempat hanya RM 6 saja (Rp19 ribu).
Baca Juga:Begitu Syulit, Guru Awasi Ujian Bukan Bikin Siswanya Tegang Malah Jadi Ngakak
Menanggapi permasalahan tersebut, warganet memberikan komentar mereka yang rata-rata berupa kritikan.
"Aku cuma bisa ketawa lihat TikTok ini, wanita ini komplain nasi goreng Pattaya tidak enak. Setelah itu, pemilik resto tak mau memperbaiki masakannya tapi dia melapor ke polisi karena orang bilang nasi goreng Pattaya tidak enak," tulis warganet.
"Setelah makan di resto, kalau makannya tak enak telan saja. Kmau nggak bisa komplain nanti pemilik resto bakal lapor ke polisi," imbuh warganet lain.
"Sebenernya menurut saya kedua belah pihak salah (berlebihan). Soal laporan polisi bener-bener lucu, bahkan yang komplain punya banyak waktu untuk buat video TikTok. Lebih banyak konten. Kalau marah beneran balik aja ke toko. Komplain, minta yang baru," tutur yang lainnya.
Baca Juga:Bak Sinetron! Mantan Datang di Akad Nikah, Pernikahan Dibatalkan Mempelai Wanita