Biadab! Oknum Polisi Diduga Perkosa Anak Tirinya yang Masih SD, HotmanParis Minta Propam Turun Tangan

Terduga pelaku kekerasan seksual merupakan oknum polisi.

Reza Gunadha | Evi Nur Afiah
Senin, 26 September 2022 | 12:52 WIB
Biadab! Oknum Polisi Diduga Perkosa Anak Tirinya yang Masih SD, HotmanParis Minta Propam Turun Tangan
Ilustrasi pelecehan seksual anak. (Shutterstock)

BeritaHits.id - Sungguh malang nasib bocah Sekolah Dasar (SD) ini. Pasalnya, selama bertahun-tahun dia diduga mendapat kekerasan seksual yang diperbuat oleh ayah tirinya sendiri.

Ironisnya, terduga pelaku merupakan oknum polisi. Saat ini, terduga sudah diproses oleh tim penyidik Polres Cirebon. 

Namun masalahnya, ibu korban merasa perkara tersebut tidak berjalan baik, hingga akhirnya dia mengadu kepada Hotman Paris.

Ibu korban mempertanyakan apakah penyidik dan psikolog polri melakukan tugas dengan netral?. Sebab, ibu korban dilarang masuk mendampingi sang anak.

Baca Juga:Guru PPPK Bandar Lampung Ngadu ke Hotman Paris Belum Digaji 10 Bulan, Sang Pengacara Minta KPK Turun Tangan

"Pas saya tanya ke anak, saya dilarang bercerita apapun," kata ibu korban dalam unggahan video pada akun Instagram hotmanparisofficial dikutip Beritahits.id pada Senin, (26/9/2022).

Ibu korban menceritakan sepenggal kejadian pilu menimpa anaknya kepada Hotman Paris. Perbuatan bejat ayah tirinya  ternyata dilakukan sejak usia korban 9 tahun.

"Selain dipaksa berhubungan intim, terduga pelaku juga mencekoki korban dengan obat-obatan hingga bikin korban berhalusinasi," ungkap pengacara kondang tersebut.

Sebelum berhubungan badan, terduga pelaku menyuruh korban menonton video adegan dewasa atau video porno. 

Terakhir sebelum ditangkap, terduga pelaku kembali melakukan kejahatannya sebelum korban pergi sekolah. 

Baca Juga:Terpopuler: Banjir Nyinyiran Netizen, Nikita Mirzani Sebut Dirinya Blacklist, Media Vietnam Takjub dengan Timnas

Hotman meminta divisi propam segera melakukan pengecekan terhadap kasus tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak