Pengamat: Tragedi Kanjuruhan Adalah "Pembunuhan", Mana Tanggung Jawab PSSI?

Saat berdialog, Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) dan Humas Aremania Menggugat mengungkap bahwa Tragedi Kanjuruhan adalah peristiwa pembunuhan.

Dany Garjito | Dita Alvinasari
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 17:41 WIB
Pengamat: Tragedi Kanjuruhan Adalah "Pembunuhan", Mana Tanggung Jawab PSSI?
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

BeritaHits.id - Saat berbincang-bincang dengan Politisi NasDem Akbar Faizal, Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) Sarman El Hakim mengungkapkan bahwa Tragedi Kanjuruhan bukanlah tragedi biasa, tapi merupakan peristiwa pembunuhan.

Hal tersebut ia ungkapkan saat dirinya menjadi salah satu narasumber dalam dialog yang ditayangkan kanal YouTube milik salah satu anggota DPR RI ini.

"Ya sebetulnya kalau kita mau fair ya, itu pembunuhan. Pembunuhan yang dilakukan oleh aparat keamanan melalui gas air mata. Nah sekarang ini bukan perkelahian antarpenonton, antarpemain. Tidak," kata Sarman seperti dikutip melalui akun YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Kamis (6/10/22).

Alasan mengapa dirinya mengklaim peristiwa tersebut merupakan peristiwa pembunuhan karena sebelumnya sudah ada kesepakatan antara panitia penyelenggara dengan Kapolres Malang. Pihak aparat dimintai bantuan oleh penyelenggara untuk menjadi pihak pengamanan.

Baca Juga:Siap Jalani Proses Hukum, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf: Saya ikhlas, Keponakan Saya Juga Jadi Korban

"Saya kembali pada lembaran kesepakatan kerjanya. Ada kesepakatan kerja bahwa pihak penyelenggara meminta bantuan kalimatnya untuk menjadi pengamanan. Dengan kriteria-kriteria yang penyelenggara sudah tahu. Tidak boleh membawa senjata tajam, tidak boleh membawa gas air mata. Pokoknya yang dikatakan hari ini itu peraturan FIFA," jelas Sarman.

"Apabila dalam kesepakatan kerja itu sudah diteken oleh Kapolres, berarti kan sudah diketahui sekarang. Dokumen itu keluar tiba-tiba tidak ada, tapi polisi membawa. Berarti terbukti yang melanggar kesepakatan adalah polisi," imbunya.

Menurutnya, kesepakatan antara Kapolres dan penyelenggara haruslah dipublikasi agar muncul titik terang terkait tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan.

Pada dialog tersebut, juga dihadirkan pihak dari Humas Aremania Menggugat, Indranesia.

Indra menerangkan bahwa tragedi ini bukan hanya menyangkut soal Arema maupun Aremania, tapi merupakan kasus sepak bola nasional.

Baca Juga:Periksa Tiga Saksi, Polri Bongkar Alasan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Belum Ditahan

"Ini bukanlah kasus Aremania, bukan kasus Arema. Ini kasus sepak bola nasional yang sangat memalukan," kata Indra.

Dengan berlinang air mata, Indra mengungkapkan bahwa menurutnya kejadian ini merupakan sebuah pembantaian. Ada lebih dari 100 nyawa yang menjadi korban.

"Kedua, 132 nyawa yang saat ini menjadi korban itu manusia bukan hewan yang nggak layak menurut kami menjadi korban pembantaian istilah kami," lanjut Indra.

Pihak dari Aremania Menggungat juga menyayangkan sikap dari terkait yang hingga kini belum melontarkan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

"Satu saja kata ucapan 'Mohon maaf atas kejadian ini'. Nggak ada kami dengar. Permintaan maaf nggak ada Bang," pungkasnya.

Lebih lanjut, dalam dialog ini, Pimpinan Komisi X DPR-RI Dede Yusuf mengungkapkan bahwa dalam tragedi ini harus ada pihak yang bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak