Hal itu dikarenakan ruang multiguna yang biasanya digunakan siswa Rohkris berantakan serta kebetulan sedang dipakai untuk meletakkan seragam siswa kelas X sehari sebelumnya.
"Pada saatnya kegiatan akan dimulai petugas kebersihan terlambat untuk membuka pintu ruangan, sementara siswa Rohkris sudah datang, jadi ketika mereka menunggu di lorong pertemuan," ungkap Wawan.
Wawan membantah klaim foto yang merupakan diskriminasi siswa Rohkris dan menyatakan bahwa kejadian sebenarnya tak sesuai dengan pemberitaan.
Lebih lanjut, Wawan juga menepis soal narasi pembubaran Rohani Kristen yang diduga dilontarkan oleh staf kesiswaan.
Baca Juga:Abu Janda Minta Nadiem Makarim Turun Tangan Soal Siswa SMAN 2 Depok Diduga Alami Diskriminasi
Berdasarkan penuturannya, staf kesiswaan hanya meniadakan kegiatan ekstrakulikuler untuk sementara karena sedang berlangsung Penilaian Tengah Semester (PTS).
"Tidak ada larangan apapun untuk mengadakan kegiatan agama di SMAN 2 Depok. Tidak ada pembubaran ekstakulikuler saat ini," tulisnya.
Viral Kisah Siswa Rohani Kristen SMAN 2 Depok Alami Diskriminasi
Sebagai informasi, sebelumnya informasi tersebut diwartakan oleh media lokal, liranews.com.
Dalam artikel tersebut, mereka mengabarkan para siswa mengalami diskriminasi terhadap kegiatan esktrakulikuler (ekskul).
Baca Juga:Kronologi Runtuhnya Tembok MTsN 19 Jakarta, Teriakan Histeris dan Suara Tembok Retak
“Kami tidak diperkenankan menggunakan ruang kelas untuk Rohkris,” ucap salah seorang guru melalui pesan singkat, Selasa (04/10/2022) dilaporkan liranews.com.