BeritaHits.id - Seorang pria menjadi korban penipuan yang diperbuat oleh kenalannya sendiri. Korban kehilangan handphone dan sejumlah uang tunai disertai kekerasan.
Peristiwa bermula saat terduga pelaku menawari jasa oral seks terhadap korban yang tak disebutkan namanya ini. Awalnya mereka berkenalan lewat aplikasi dating.
"Saya tidak menawarkan jasa (oral seks) tapi saya dijebak oleh yang menawarkan. Saya kenalan di aplikasi dating," katanya dalam video yang dibagikan oleh akun Instagram dengan nama pengguna @memomedsos dikutip Beritahits.id pada Senin, (10/10/2022).
Pria tersebut menceritakan kronologi kejadian naas yang menimpanya.
Semula, korban di chat oleh terduga pelaku lewat aplikasi dating. Mereka pun saling berkenalan.
Pada perkenalan tersebut, terduga pelaku mengirim pesan yang kurang sopan kepada korban. Pesan itu berisi ajakan untuk bermain oral seks.
Berdalih dipermainkan oleh orang yang baru dikenal, korban pun mengikuti alur terduga pelaku. Korban lantas menuruti permintaan terduga (oral seks).
Selanjutnya, percakapan keduanya berpindah ke aplikasi WhatsApp (WA) untuk memudahkan mereka dalam berkomunikasi.
"Saya minta foto dia. Dan saya lihat fisiknya tuh anak kecil. Menurut saya anak kecil muda lah untuk ditangani, jadi saya ikuti alur dia," ungkapnya.
Baca Juga:Sentil Korban Kekerasan Seksual di UNS, Gibran: Lapor, Bukan Malah Nge-Tweet di Medsos
Korban bilang, terduga pelaku mengajak bertemu di Jalan Merdeka. Dia diarahkan ke Rusun Blok 37 di tempat terduga pelaku.
Pada saat itu, terduga pelaku langsung menutup pintu serta mematikan lampu. Dilanjut dengan terduga pelaku membuka baju dan menyuruhnya duduk dilantai. Sementara terduga duduk di atas kasur. Dia mengaku mereka belum melakukan apapun.
Beberapa menit kemudian, datang empat orang lainnya yang tiba-tiba menerobos masuk pintu lalu langsung menampar korban. Pasalnya, pria yang sedang bersama korban adalah adik salah satu orang yang datang.
"Mereka tanya aku lagi ngapain. Aku merasa gak ngapa-ngapain tapi aku ditampar," jelasnya.
Keempat orang itu juga memaksa korban untuk memberikan handphone dan uang yang dia miliki.
"Ada uang di banking ditransfer ke mereka Rp850 ribu dan uang cast Rp60 ribu. Hp juga sama mereka," tuturnya.