Putra Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Pukuli Tahanan Kasus Pembakaran Al Quran

Putra Presiden wilayah Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov menganiaya tahanan kasus pembakaran Al Quran. Video itu justru diunggah sendiri oleh Kadyrov ke media sosial.

Bernadette Sariyem
Rabu, 27 September 2023 | 14:08 WIB
Putra Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Pukuli Tahanan Kasus Pembakaran Al Quran
Presiden Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov saat memimpin apel 12.000 pasukannya (Tangkapan Layar Video di Twitter)

BeritaHits.id - Putra Presiden wilayah Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov, tengah menjadi buah bibir publik internasional, setelah terekam video menganiaya tahanan kasus pembakaran Al Quran.

Publik terbelah antara yang pro maupun kontra, setelah video penganiayaan itu diunggah sendiri oleh Ramzan Kadyrov ke media-media sosial.

Mengutip Euronews, Rabu (27/9/2023), penganiayaan itu sendiri sebenarnya terjadi pada tahun 2023. Namun, Kadyrov baru kekinian mengunggahnya sembari menyatakan kebanggaannya.

Dalam unggahannya di Telegram, Kadyrov membagikan video putranya yang tengah memukuli seorang tahanan kasus pembakaran Alquran.

Baca Juga:3 Cara Nonton Video Viral Yandex di Chrome Kualitas HD dan No Sensor

Pada video, tampak seorang lelai berpakaian khaki tengah menendang serta menampar seorang pria yang duduk di kursi, sebelum melemparkannya ke tanah.

Kadyrov, yang berusia 46 tahun dan sering disebut sebagai "anjing gila Putin", mengatakan bahwa ia merilis video tersebut untuk mengklarifikasi apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi.

"Dia memukulinya, dan dia melakukan hal yang benar," ujar Kadyrov.

Tak hanya itu, Kadyrov juga menambahkan bahwa "Siapa pun yang melanggar kitab suci apa pun harus dihukum dengan keras."

Menurut laporan, tahanan tersebut adalah Nikita Zhuravel, yang telah mengeluh tentang penganiayaan tersebut kepada pejabat Rusia.

Baca Juga:Viral Siswa Bacok Guru di Demak Gegara Dapat Nilai Jelek, Publik Geram Usai Lihat Kondisi Guru

Kadyrov, seperti ayahnya, memimpin Chechnya dengan tangan besi dan mendapatkan dana yang berlimpah dari Putin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak