Sampel Sisa Makanan Diambil
Dalam melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), AKP Aris Joko Narimo melakukan koordinasi dengan Tim Medis Puskesmas Ceper dr Nur Alfiah.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Klaten AKBP Warsono mengungkapkan pengambilan sampel makanan dilakukan dan akan diserahkan ke tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng.
Bisnis Rongsok
Baca Juga:Diduga Hendak Putar Arah, Pengendara Motor di Sleman Tewas Tertabrak Truk Tronton
Pasutri yang ditemukan meninggal dalam kondisi berpelukan itu diketahui memiliki bisnis usaha rongsok.
Tokoh masyarakat setempat, Ja’far Rodhi menilai bahwa usaha rosok yang ditekuni oleh Y memang sangat berat. Bisnis tersebut seakan membawa bola api yang sangat panas.
Benturan dengan sesama pengusaha pun dianggap menjadi hal yang sudah biasa. Persaingan usaha ini diketahui memang sangat ketat dan juga keras. Bahkan, dengan keluarga sendiri yang sama-sama menggeluti bidang usaha tersebut pun terkadang tidak mampu menghindari ketegangan.
Sang istri, IDP juga kerap menasihati suaminya untuk berhati-hati. Sebagai seorang istri, IDP sangat memahami bahwa bisnis yang digeluti oleh suaminya sangat beresiko.
Oleh karenanya, IDP tidak ingin membeli barang rongsokan apabila menimbulkan benturan dengan sesama pebisnis rosok. Meskipun kalkulasi keuntungan yang akan diterima sangatlah besar bahkan sampai miliaran rupiah.
Baca Juga:Dibuka Lagu Rungkad, Gilga Sahid Sukses Goyang 10 Ribu Warga Klaten di Konser Nemu
Meski demikian, pihaknya tidak ingin masyarakat berspekulasi yang tidak-tidak terkait dengan kematian Y dan IDP.