Lebih lanjut Agung menjelaskan, bahwa proyek pengecoran jalan Mojoagung-Mojoduwur sepanjang 975 meter dengan lebar 7 meter ini dikerjakan olej PT Pucak Jaya Konstruksi.
Proyek tersebut telah menelan anggaran dari APBD Pemkab Jombang sebesar Rp 3,8 miliar dengan pengerjaannya secara bertahap setiap lajur.
Selama proyek pembangunan berlangsung, kata Agung, pihak pembangun juga sudah memasang rambu-rambu, pembatas, dan menempatkan petugas jaga untuk mencegah pengguna jalan.
Namun sayangnya, saat kejadian petugas jaga sedang mengawal truk molen untuk mengecor di titik lain. Sehingga tanpa perhitungan, para pengendara menerobos jalan itu.
Baca Juga:Membara, Lereng Gunung Anjasmoro Kembali Terbakar
"Ketika pelaksanaan proyek, ada (petugas) yang membuka portalnya dan juga pengatur lalu lintasnya mengawal truk molennya. Sehingga saat itu tidak ada yang jaga," jelasnya.
Jalan cor sepanjang 50 meter dengan lebar mencapai 3,5 meter tersebut, saat ini benar-benar ambyar. Karena setelah diterabas bentor dan truk pengangkut kayu, kendaraan lain juga turut melintasinya.
Menurut Agung, kerusakan jalan cor beton ini menyebabkan rekanan rugi mencapai Rp 50 juta.
"Kalau kerugian sebenarnya bukan di kami, tapi di pihak penyedia. Kemarin kami koordinasikan, mereka mau bertanggung jawab untuk melanjutkan pekerjaan," pungkasnya.
Demikian tadi kronologi cor jalan di Jombang ambyar karena pengendara yang bandel. Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua.
Baca Juga:Viral Bentor hingga Truk Trailer Terjebak Jalan Cor Masih Basah di Jombang Bikin Geram
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari