Krisis Bantuan Akibat Diserang Israel, Warga Gaza Palestina Malah Dapat Kiriman Makanan Kedaluwarsa

Menurut relawan MER-C, Jalur Gaza memerlukan setidaknya 1.000-2.000 truk bantuan logistik tetapi yang masuk cuma 20 truk per hari.

Ruth Meliana | Elvariza Opita
Selasa, 07 November 2023 | 09:59 WIB
Krisis Bantuan Akibat Diserang Israel, Warga Gaza Palestina Malah Dapat Kiriman Makanan Kedaluwarsa
Orang-orang memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [Mahmud HAMS/AFP]

BeritaHits.id - Warga di jalur Gaza, Palestina, hanya bisa bergantung kepada bantuan logistik setelah Israel terus meningkatkan serangan. Namun diketahui pula bahwa masuknya bantuan untuk warga Gaza juga dipersulit karena perbatasan yang dijaga ketat.

Meski begitu, relawan MER-C di Palestina, Muhammad Husein, menyebut bahwa perbatasan memang sudah dibuka.

“Sudah seminggu ini perbatasan dibuka untuk proses keluarnya warga negara asing dan juga untuk memasukkan truk-truk bantuan, dan untuk mengeluarkan korban-korban luka yang harus dirawat,” ucap Husein.

“Namun untuk obat-obatan ini, sejauh ini, yang masuk minim sekali,” sambungnya, seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga:Potret 5 Keluarga Selebriti Turun Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta: Siapa Paling Kompak?

Husein lantas memberi perbandingan, di mana dari 30-40 kontainer bantuan yang datang, biasanya hanya 20 truk yang berhasil masuk dan mencapai warga Gaza.

“Dalam kondisi normal, dalam kondisi Gaza diblokade tapi tidak ada agresi, Jalur Gaza ini membutuhkan minimalnya 500 truk logistik per hari untuk menghidupi 2,3 juta warga Gaza. Nah sekarang kita lihat hanya 20 truk sehari, apalagi kita sedang berada di kondisi krisis agresi,” jelas Husein.

Mirisnya lagi, menurut Husein, banyak barang-barang logistik yang masuk ke Jalur Gaza malah tidak masuk kategori kebutuhan mendasar.

“Tidak ada setetes minyak pun, bahan bakar yang masuk sejauh ini. Tidak ada obat-obatan yang masuk melalui Pintu Rafah sampai sekarang,” ungkap Husein.

“Jadi yang masuk hanya sebatas logistik dan makanan-makanan ringan. Bahkan beredar di media sosial, di antara makanan-makanan ringan yang masuk ke Gaza ini ternyata sudah pada kedaluwarsa dan sudah tidak bisa dikonsumsi,” lanjutnya.

Baca Juga:Erick Thohir Beri Lampu Hijau, Fans Diajak Kibarkan Bendera Palestina di Stadion

Padahal saat ini berbagai aspek kehidupan di Gaza sudah lumpuh, terutama untuk rumah sakit yang tak mampu lagi beroperasi karena bahan bakar sudah habis.

“Adapun rumah sakit yang masih bergerak sampai hari ini juga sudah tidak bisa memberikan perawatan minimum, jadi fungsinya sudah seperti puskesmas," tutur Husein.

"Mereka tidak memiliki misalnya obat-obatan untuk membius korban luka untuk dioperasi, mereka tidak memiliki kasur yang memadai, jadi korban-korban bergeletakan di lantai. Mereka juga sudah tidak memiliki cairan untuk opname, artinya benar-benar sudah kritis,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak