Ketua BEM UI Melki Sedek Dapat Ancaman Usai Vokal Kritik Putusan MK: Ibu Saya di Rumah Didatangi

"Menanyakan saya ke ibu, 'Melki biasa balik di rumah kapan, Melki itu kegiatannya dulu kalau di rumah ngapain aja, ibu komunikasinya bagaimana dengan Melki'," ujarnya.

Farah Nabilla | Dita Alvinasari
Rabu, 08 November 2023 | 19:21 WIB
Ketua BEM UI Melki Sedek Dapat Ancaman Usai Vokal Kritik Putusan MK: Ibu Saya di Rumah Didatangi
Ketua BEM UI Melki Sedek Huang (Instagram/melkisedekhuang)

BeritaHits.id - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Huang mengaku mendapatkan sejumlah intimidasi usai vokal menyuarakan kritik soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Melki Sadek mengungkapkan jika intimidasi tersebut datang dari sejumlah pihak kepada keluarga. Sang ibu yang berada di rumah beberapa kali didatangi oleh sejumlah aparat TNI hingga polisi.

"Ibu saya di rumah didatangi oleh aparat keamanan, ada dari TNI, ada dari Polri. Menanyakan saya ke ibu, 'Melki biasa balik di rumah kapan, Melki itu kegiatannya dulu kalau di rumah ngapain aja, ibu komunikasinya bagaimana dengan Melki', itu beberapa kali ditanyakan," terang Melki dikutip dari video unggahan akun X @/AndiSinulingga, Rabu (8/11/2023).

Tak hanya sang ibu, Ketua BEM UI ini juga membeberkan bahwa salah satu guru yang pernah mengajarnya di SMA juga mendapatkan teror serupa dari aparat.

Baca Juga:Dicopot dari Jabatan Ketua MK, Anwar Usman Merasa Ada Skenario yang Menyerang Dirinya

"Termasuk guru di sekolah juga ada yang menelepon, guru sekolah SMA saya. Menanyakan, dulu pas sekolah Melki itu ngapain," beber Melki.

Sementara itu, dirinya sendiri mengaku kerap mendapatkan telepon dari sejumlah aparat keamanan. "Handphone saya juga sudah beberapa hari ditelepon oleh aparat keamanan," ucap Melki.

Kendati demikian, Melki Sadek mengaku tak gentar dalam menyuarakan kritiknya terhadap pemerintahan. Termasuk terhadap MK yang mengabulkan permohonan perubahan batas usia calon presiden dan wakil presiden.

"Tapi tidak satupun dari ancaman-ancaman itu yang membuat kita gentar. Artinya kalau kita semakin banyak diancam, kita sudah di jalan yang benar," pungkasnya.

Pernyataan Melki Sadek ini sontak menuai sorotan dari publik. Beragam komentar dilontarkan oleh warganet menanggapi masalah intimidasi yang didapat oleh Ketua BEM UI tersebut.

Baca Juga:Satu Pesan Ganjar Usai MKMK Copot Paman Gibran dari Kursi Ketua MK, Singgung Demokrasi

"Suasana seperti ini bukan hal baru. Rezim beserta aparat udah keenakan dengan cara seperti ini. Muak juga sih lama-lama negara ini punya mereka," komentar warganet.

"Demokrasi di Indonesia semakin kacau dengan ikut campurnya alat negara mengintimidasi rakyat," timpal warganet lain.

"Apakah hukum dan militer telah tergambar sebagai alat kekuasaan atas kejadian ini?" imbuh lainnya.

"Pak @ListyoSigitP mohon ditindaklanjuti. Rakyat itu bukan kriminal. Perbedaan politik itu kewajaran dalam demokrasi," ujar yang lain.

"Negara dikuasai orang-orang zalim," komentar warganet lainnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak