Viral Langit Jogja Bolong, BMKG Jelaskan Ungkap Fenomena 'Cone of Silence'

Bukan mistis, citra radar langit Jogja bolong merupakan fenomena 'Cone of Silence'

Agung Pratnyawan
Kamis, 09 November 2023 | 12:41 WIB
Viral Langit Jogja Bolong, BMKG Jelaskan Ungkap Fenomena 'Cone of Silence'
Viral Langit Jogja Bolong - BMKG Jelaskan Fenomena Cone of Silence. [BMKG]

BeritaHits.id - Sempat viral citra radar cuaca dari Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menampilkan langit Yogyakarta 'bolong' tidak ada wan hujan. Bagaimana citra radar cuaca langit Jogja bolong  seperti yang viral?

Menanggapi citra radar cuaca yang viral tersebut, BMKG memastikan kalau hal tersebut bukan mistis. Yakni fenomena 'Cone of Silence' yang terjadi di langit Yogyakarta.

Mengutip dari postingan BMKG di Instagram dalam akun @infobmkg (8/11/2023), foto citra radar cuaca langit Yogyakarta bolong tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah.

"Beberapa hari lalu muncul berita di media sosial yang cukup viral mengenai 'blocking' hujan di Yogyakarta, yang dapat dilihat dari Citra radar cuaca BMKG berupa daerah lingkaran kosong tanpa hujan." tulis BMKG.

Baca Juga:BMKG: Tsunami Minor Terjadi di Pulau Banda Usai Gempa Tanimbar

"Kejadian ini kemudian dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat non-ilmiah atau mistis." lanjut BMKG di Instagram.

Disebutkan BMKG, fenomena langit bolong tersebut adalah fenomena 'Cone of Silence' yang terkait dengan kemampuan radar dalam mengamati cuaca.

Menurut BMKG, penampakan ini bisa terjadi akibat radar yang tidak dapat mengamati cuaca secara menyeluruh karena keterbatasan dari alat tersebut.

Pada umumnya, rada tidak melakukan scanning atau pemindaian hingga elevasi 90 derajat atau tegak lurus, sehingga ada daerah yang tidak bisa diamati.

Kejadian seperti dalam citra radar cuaca yang menampilkan langit Jogja bolong tersebut dinamakan 'Cone of Silence'.

Baca Juga:Ada Potensi Tsunami Usai Gempa Tanimbar, BMKG Minta Warga Maluku, Sulteng hingga NTT Waspada

Scanning radar pada biasanya dilakukan dengan elevasi 0,5 hingga 19,5 derajat. Dengan elevasi ini, hanya bisa mendeteksi awan menengah sampai radius 20 km dari pusat radar.

Dampaknya, bagian yang dekat dengan radar terlihat bolong atau membentuk lingkaran seperti pada citra radar cuaca yang viral.

BMKG menyampaikan jika daerah lingkaran kosong di Yogyakarta tersebut karena radar tidak mampu mengamati tegak lurus ke atas, walaupun ada awan menengah tebal di atasnya.

"Itu sesuai dengan teori 'Cone of Silence' sehingga radar hanya dapat mendeteksi awan menengah sampai radius kurang lebih 20 km dari pusat radar" jelas BMKG.

Sebagaimana diketahui, cara kerja radar cuaca adalah dengan melepaskan sinyal gelombang elektromagnetik dengan frekuensi microwave ke atmosfer.

Setibanya di atmosfer, sebagian sinyal yang mencapai target akan terpantul kembali ke sistem penerima radar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak