Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah

Di balik gemerlap kesuksesan seorang "Bos Seblak" asal Bandung, tersimpan sebuah rahasia kelam yang melibatkan persekutuan dengan kekuatan gaib.

Bernadette Sariyem
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:02 WIB
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
Perjalanan Pesugihan Gunung Kawi Teh Sarah (AI)
Baca 10 detik
  • Sarah, seorang pengusaha seblak asal Bandung, menempuh jalur pesugihan di Gunung Kawi akibat kehancuran bisnis dan masalah keluarga.
  • Ia mengikat perjanjian gaib untuk mendapatkan kekayaan instan dengan syarat memberikan tumbal nyawa setiap tiga tahun sekali.
  • Sarah berhasil meraih kembali kesuksesan finansial sebesar empat miliar rupiah melalui ritual daun Dewandaru yang berfungsi sebagai jimat.

BeritaHits.id - Di balik gemerlap kesuksesan seorang "Bos Seblak" asal Bandung, tersimpan sebuah rahasia kelam yang melibatkan persekutuan dengan kekuatan gaib. Kisah Teh Sarah bukan sekadar cerita tentang jatuh bangun bisnis kuliner, melainkan tentang keputusasaan seorang ibu yang merasa ditinggalkan oleh Tuhan hingga akhirnya memilih untuk menggadaikan nyawa orang-orang terdekatnya demi sebuah kekayaan instan.

Titik Hancur: Ketika Iman Berubah Menjadi Dendam

Kehancuran hidup Sarah bermula dari pengkhianatan suaminya, Dul, yang berselingkuh di rumah mereka sendiri saat Sarah tengah hamil. Sejak saat itu, bisnis seblak yang semula sukses dengan enam cabang tiba-tiba runtuh secara tidak wajar. Teror mistis berupa ribuan belatung yang muncul mendadak di bahan makanan yang masih panas hingga penampakan bayangan hitam besar di kiosnya membuat usahanya mati total.

Dalam kondisi jatuh miskin, dikejar rentenir, dan melihat anaknya hanya bisa minum air tajin encer karena tidak mampu membeli susu, Sarah mencapai titik nadir. Rasa sakit hati yang mendalam membuatnya secara terang-terangan mengutuk Tuhan dan memutuskan untuk menempuh jalur gelap pesugihan di Gunung Kawi atas saran seorang teman.

Baca Juga:Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi

Ritual di Kolam Keramat dan Kontrak Nyawa

Dengan modal uang pinjaman dari teman-temannya, Sarah berangkat menuju Gunung Kawi. Di sana, ia harus menjalani ritual yang sangat berat. Ia diwajibkan menenggelamkan diri di sebuah kolam keramat pada tengah malam. Secara ajaib, di dalam air yang gelap itu, Sarah mengaku bisa bernapas dan berkomunikasi secara normal dengan sosok makhluk anggun yang menyerupai manusia namun memiliki tanduk.

Di sinilah "Perjanjian Berdarah" itu dimulai. Makhluk tersebut menanyakan kesungguhan Sarah untuk menjadi kaya dengan sebuah syarat yang mengerikan: pemberian tumbal nyawa setiap tiga tahun sekali. Karena amarah dan dendam yang sudah mendarah daging, Sarah tanpa ragu menyetujui kontrak tersebut dan langsung menyebutkan nama mantan suaminya serta wanita selingkuhannya sebagai target tumbal pertama.

Daun Dewandaru dan Manifestasi Modal Gaib

Sebagai segel dari perjanjian tersebut, Sarah diminta melakukan semedi di bawah pohon Dewandaru. Keberhasilan ritual ditandai dengan jatuhnya sehelai daun Dewandaru tepat di hadapannya. Daun inilah yang kemudian menjadi jimat keberuntungan yang harus selalu menempel di tubuhnya. Sarah bahkan mengubah daun tersebut menjadi liontin kalung agar tidak pernah jauh darinya, karena jika daun itu hilang atau rusak, maka kontrak gaibnya pun terancam.

Baca Juga:Bak di Sinetron, Sebuah Kuburan Dibongkar Misterius, Publik: Buat Pesugihan

Keajaiban mistis segera berlanjut saat ia berada di terminal bus untuk pulang. Seorang nenek misterius menitipkan sebuah tas jinjing tua kepadanya lalu menghilang begitu saja. Saat dibuka di rumah, tas yang semula terasa ringan itu ternyata berisi uang tunai pecahan Rp100.000 dalam jumlah yang sangat banyak, diperkirakan mencapai Rp4 miliar.

Harga yang Harus Dibayar

Meskipun uang miliaran tersebut berhasil mengangkat kembali derajat ekonominya dan menjadikannya pengusaha sukses lagi, Sarah menyadari bahwa kekayaan tersebut bukanlah pemberian cuma-cuma. Ada harga nyawa yang harus ia pertaruhkan setiap tiga tahun.

Selama sembilan tahun, daun Dewandaru miliknya tetap berwarna hijau segar meskipun sudah lepas dari pohonnya, sebuah bukti nyata adanya kekuatan gaib yang menyokong hidupnya. Namun, di balik kenyamanan materi tersebut, Sarah hidup dalam bayang-bayang janji yang menagih nyawa, sebuah pengingat bahwa jalan pintas menuju kekayaan selalu menyimpan konsekuensi yang sangat mahal dan berdarah.

Teks dan foto dalam artikel ini dibuat menggunakan AI.

Sumber: 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak