Agatha Vidya Nariswari | Dita Alvinasari
Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:08 WIB
Edi Darmawan Salihin di acara Karni Ilyas (YouTube/Karni Ilyas Club)

BeritaHits.id - Edi Darmawan Salihin tampak kagok saat menceritakan kapan waktu autopsi jenazah putrinya, Wayan Mirna Salihin, yang tewas karena meminum es Kopi Vietnam bercampur sianida pada 2016 silam.

Awalnya, Edi Darmawan mengungkapkan bahwa keluarganya tidak menginginkan autopsi dilakukan ke jenazah sang anak. Namun setelah didatangi Irjen Krishna Murti, keluarganya berubah pikiran.

Diceritakan oleh Edi Darmawan, saat sebelum jenazah Mirna Salihin dikebumikan, Krishna Murti menghubungi dan mengatakan jika anaknya meninggal dunia karena diracun sianida.

"Saya pertama nggak mau diautopsi, karena apa? Mamanya ini bilang, 'Ntar dihancurin lho anak lo'. 'Waduh', saya merasakan gitu Mirna dibelah-belah, karena anak saya," tutur Edi dikutip dari unggahan kanal YouTube tvOneNews, Selasa (10/10/2023).

"Setelah Pak Krishna Murti datang, waktu itu dia Dirreskrimum begitu hebatnya, dia cuma tanya, 'Ini kenapa meninggalnya? Gue dengar-dengar dari Polsek Jatibaru ada masalah','Ya itu habis minum-minum, ngopi', 'Kok ngopi mati', dia nanya sama saya. Saya bilang, 'Nggak tahu Bang',"

"Dia udah di Olivier, udah investigasi, menyita semua itu dari Polsek Jatibaru sekalian minta yang lain. Saya ditelepon di jalanan waktu mau nguburin Mirna, 'Anak lo diracun pakai sianida'," lanjut Edi.

Mendengar cerita dari Edi Darmawan, host langsung menyela. Ia mempertanyakan apakah saat dihubungi oleh Krishna Murti, sudah dilakukan autopsi ke jenazah Mirna Salihin.

"Padahal kan itu belum autopsi Om? Atau dari mana kira-kira?" tanya host.

Ayah mendiang Mirna Salihin ini lantas mengatakan jika sebelum dikuburkan, jenazah anaknya sudah diautopsi.

Baca Juga: Momen Jessica Wongso Sudah Beres-beres Baju di Rutan Gegara Yakin Bakal Bebas, Saya Salah Apa?

"Jadi Mirna itu sebelum dikebumikan kita autopsi, setelah hasil autopsi kan nunggu nih, dari Labkrim, besokannya," terang Edi.

Belum usai perbincangan soal kapan waktu autopsi, host kembali mempertanyakan perihal hal tersebut.

"Hari kedua setelah Mirna meninggal ini kan sudah ada informasi bahwa Mirna ini ternyata diracun. Padahal katanya informasinya hari ketiga baru ditemukan adanya racun sianida setelah dilakukan sampel di bagian lambung," terang host.

"Tunggu dari Labkrim belum datang, kemudian Labkrim satu apa dua hari kemudian kasih tahu ini isi sianida. Nah itu pagi itu saya tahu," jawab Edi.

Di momen ini, Edi Darmawan juga turut ditanya soal kandungan sianida jenis apa yang ada di tubuh anaknya. Namun, ia mengaku lupa akan hal tersebut.

"Jadi yang ditemukan pada saat itu apa?" tanya host.

Load More